Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pedagang Kaki Lima di Jembrana Siap Relokasi ke Lahan Baru Milik Kemenkeu

I Gde Riantory Warmadewa • Selasa, 6 Januari 2026 | 07:07 WIB

 

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan berdialog dengan PKL di depan Lapangan Dauhwaru, Senin (5/1/2026).
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan berdialog dengan PKL di depan Lapangan Dauhwaru, Senin (5/1/2026).

BALIEXPRESS.ID- Pemkab Jembrana menyiapkan lahan khusus bagi pedagang kaki lima (PKL) sebagai bagian dari upaya penataan kawasan kota agar lebih tertib dan nyaman.

Sejumlah PKL yang selama ini berjualan di pinggir Jalan Ngurah Rai, sekitar Lapangan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, menyatakan kesiapan untuk pindah ke lokasi baru yang telah disediakan pemerintah.

Lahan relokasi tersebut merupakan aset milik Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang difasilitasi melalui perjanjian pinjam pakai antara Kementerian Keuangan dan Pemkab Jembrana.

Lokasinya masih berada di area sekitar tempat para PKL sebelumnya berjualan, sehingga dinilai tidak mengganggu aktivitas ekonomi para pedagang.

Selain lahan milik Kementerian Keuangan, Pemkab Jembrana juga menyiapkan satu lokasi tambahan di sisi barat yang merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Bali.

Dengan demikian, terdapat dua lahan yang disiapkan untuk menampung relokasi PKL di kawasan tersebut.

Kesiapan para pedagang disampaikan saat dialog langsung bersama Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan ketika meninjau lokasi relokasi PKL, Senin (5/1/2026).

Para PKL menilai kebijakan relokasi ini sebagai solusi yang saling menguntungkan, baik bagi pedagang maupun pemerintah, terutama dalam menjaga ketertiban lalu lintas dan kenyamanan kawasan Lapangan Dauhwaru.

“Pada prinsipnya kami siap pindah. Tempatnya juga tidak jauh, hanya di seberangnya,” ujar salah satu pedagang.

Sementara itu, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan lokasi relokasi, mulai dari aksesibilitas, kenyamanan, hingga potensi ekonomi bagi para PKL.

Pemkab Jembrana juga berkomitmen menyediakan sarana pendukung di lokasi baru, seperti penerangan, ketersediaan air bersih, serta sistem pengelolaan kebersihan.

“Kebijakan relokasi ini diharapkan mampu menciptakan ketertiban kota tanpa mematikan mata pencaharian para PKL,” tegas Bupati Kembang.

Selain meninjau lahan relokasi PKL, Bupati Kembang juga mengecek perbaikan sejumlah fasilitas publik di kawasan Gedung Kesenian Ir. Soekarno, termasuk fasilitas jogging track.

“Selama ini banyak masukan dari masyarakat terkait kondisi jogging track yang rusak, terutama pembatas antara jalur lari dan kolam. Sekarang sudah kita perbaiki, termasuk pembatas di bagian dalam yang juga sudah dibenahi seluruhnya,” jelasnya.

Peninjauan juga dilakukan terhadap penataan wajah depan Kebun Raya Jembrana, khususnya pada papan nama agar lebih jelas dan mudah terlihat oleh masyarakat. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bupati jembrana #kemenkeu #kembang hartawan #pedagang kaki lima