BALIEXPRESS.ID – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Bangli dalam beberapa hari terakhir memicu sejumlah bencana.
Pada Senin (12/1/2026), tercatat tiga kejadian bencana terjadi di wilayah Kecamatan Kintamani.
Peristiwa pertama terjadi di Banjar Dinas Ngalaan, Desa Songan A. Tanah longsor menerjang rumah milik I Made Gunawan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.
Pemkab Bangli melalui Dinas Sosial, PMI serta BPBD dan Damkar segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Bantuan kebutuhan dasar berupa sandang dan pangan disalurkan kepada warga terdampak sebagai bentuk respons cepat pemerintah.
Selain itu, pohon tumbang terjadi di ruas jalan alternatif kawasan hutan Banjar Dinas Wanagiri, Desa Kintamani.
Kejadian ini sempat mengganggu arus lalu lintas. Penanganan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD, Polsek Kintamani, Koramil Kintamani, Camat Kintamani, KPH Bali Timur, serta aparat Desa Kintamani.
Material pohon tumbang berhasil dievakuasi sehingga jalur kembali dapat dilalui kendaraan.
Tanah longsor juga dilaporkan terjadi di ruas jalan Kintamani–Culali, Desa Batur Selatan.
Longsoran menyebabkan sebagian badan jalan tertutup material dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Proses evakuasi dilakukan pada Selasa (13/1/2026) oleh tim gabungan dengan dukungan alat berat dari Dinas PUPR, serta melibatkan Polsek Kintamani, Koramil Kintamani, Kecamatan Kintamani, dan PLN Bangli.
Kepala Pelaksana BPBD dan Damkar Bangli, I Wayan Wardana, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
Ia mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati karena kondisi tersebut berpotensi memicu bencana seperti angin kencang, tanah longsor, banjir, hingga sambaran petir.
“Berdasarkan informasi dari BMKG, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam sepekan ke depan,” ujarnya. (*)
Editor : I Made Mertawan