Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cegah LSD, Disperpa Badung Harapkan Peternak Sapi Tingkatkan Kewaspadaan

Putu Resa Kertawedangga • Rabu, 14 Januari 2026 | 16:29 WIB

Suasana penjualan sapi Bali di Pasar Bringkit, Kelurahan Mengwitani, Kecamatan Mengwi.
Suasana penjualan sapi Bali di Pasar Bringkit, Kelurahan Mengwitani, Kecamatan Mengwi.

BALIEXPRESS.ID - Penyakit kulit infeksius atau Lumpy Skin Disease (LSD) telah muncul pada sapi di Daerah Bali.

Pemkab Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) kini mengimbau para peternak untuk meningkatkan kewaspadaan.

Peternak diharapkan melakukan pencegahan dengan cara melakukan vaksinasi, menjaga kebersihan kandang, serta menerapkan biosekuriti secara ketat.

Baca Juga: Anggaran Terbatas, Pemeliharaan Alun-Alun Bangli Dilakukan Bertahap

Kadisperpa Badung, Wayan Wijana mengatakan, LSD merupakan penyakit hewan menular strategis yang belum memiliki pengobatan spesifik.

Untuk itu, pencegahan menjadi langkah utama dalam pengendalian penyakit tersebut.

“LSD belum ada obatnya. Karena itu pencegahan harus diperkuat, mulai dari vaksinasi, kebersihan kandang, hingga pengendalian lingkungan. Tapi hingga saat ini di Badung belum ditemukan kasus LSD ini,” ujar Wijana, Selasa (14/1).

Baca Juga: Diduga Gunakan STNK Palsu, Mobil Mewah Diamankan di Pelabuhan Gilimanuk

Pihaknya menyebutkan, telah menginstruksikan seluruh jajaran teknis di lapangan untuk bersiaga menghadapi potensi penyebaran LSD.

Bahkan akan dilakukan pendampingan kepada peternak melalui penyuluh dan petugas kesehatan hewan.

“Kami sudah memerintahkan seluruh kepala puskeswan dan kepala satuan kerja untuk siaga dan melakukan sosialisasi kepada para peternak agar mewaspadai penyakit LSD ini, dengan rutin melakukan pemeriksaan ternak, menjaga kebersihan kandang, melakukan spraying, serta membatasi orang yang masuk ke kandang,” tegasnya.

Baca Juga: Langsung Turun ke Lapangan! Presiden Prabowo Tiba di IKN, Pastikan Pembangunan Tak Sekadar Wacana

Selain itu, Disperpa Badung juga telah menyiapkan tim reaksi cepat pengendalian penyakit ternak.

Bahkan disiapkan mobil khusus dan layanan ambulatory guna mempercepat penanganan di lapangan.

“Kami memiliki tim reaksi cepat yang siap turun ke lokasi jika ada laporan ternak bergejala sakit. Peternak diminta segera melapor apabila menemukan gejala LSD agar bisa segera ditangani,” terangnya.

Lebih lanjut Wijana menambahkan, penularan LSD umumnya terjadi melalui gigitan serangga, seperti lalat, nyamuk, dan kutu yang berkembang di lingkungan kandang kotor dan lembap.

Untuk itu, pengelolaan kandang dan limbah ternak menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.

Ia juga mengingatkan peternak agar mengarantina ternak baru serta segera mengisolasi sapi yang menunjukkan gejala seperti demam dan benjolan pada kulit.

“Jangan memindahkan atau memperjualbelikan ternak yang sakit. Langkah ini penting untuk mencegah penularan ke ternak lain,” imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#sapi #LSD #penyakit kulit #Pemkab Badung #Disperpa