Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

DPRD Bangli Tinjau Jalan Putus di Susut, Respon Kadis PU Jadi Angin Segar bagi Warga

I Made Mertawan • Sabtu, 17 Januari 2026 | 08:26 WIB
DPRD Bangli meninjau jalan putus di Banjar Penatahan–Banjar Juwuk Bali, Desa Susut, Kecamatan Susut, Kamis (15/1/2026).
DPRD Bangli meninjau jalan putus di Banjar Penatahan–Banjar Juwuk Bali, Desa Susut, Kecamatan Susut, Kamis (15/1/2026).

BALIEXPRESS.ID - Jalan penghubung Banjar Penatahan–Banjar Juwuk Bali, Desa Susut, Kecamatan Susut, yang putus total mendapat perhatian DPRD Bangli.

Komisi III DPRD Bangli meninjau langsung lokasi kerusakan, Kamis (15/1/2026). Mereka berharap  agar perbaikan segera dilakukan.

Sekretaris Komisi III DPRD Bangli, I Made Sudiasa, mengatakan pihaknya akan segera memanggil Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPerkim) untuk membahas penanganan jalan tersebut.

Pemanggilan dilakukan guna memastikan langkah konkret pemerintah daerah. “Kami akan membahasnya dengan serius,” ujar Sudiasa.

Politikus Partai Demokrat asal Desa Undisan, Kecamatan Tembuku, itu menegaskan jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat setempat.

Sejak jalannya tidak bisa dilalui, warga terpaksa mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh yang lebih jauh.

“Andai kata tidak tertangani dengan baik, masyarakat akan menempuh jarak yang lebih jauh,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPerkim Kabupaten Bangli,  Dewa Agung Putra Suryadarma, memastikan perbaikan jalan akan dilakukan secepatnya.

Anggaran perbaikan telah dialokasikan sebesar Rp1 miliar dalam APBD 2026. Dana tersebut dipastikan akan ditambah melalui pergeseran kegiatan lain.

Penambahan harus dilakukan karena saat penganggaran awal, kondisi kerusakan belum separah sekarang.

"Waktu jebol pertama kira-kira cukup Rp1 miliar. Sekarang sudah putus, kami di pergeseran minta tambahan dana lagi Rp1 miliar.  Kebutuhan setelah disurvey menjadi Rp2 miliar, " kata Suryadarma dikonfirmasi Jumat (16/1/2026).

Diketahui, kerusakan jalan tersebut pertama kali terjadi pada Desember 2025. 

Kebutuhan anggaran yang cukup besar membuat perbaikan tidak bisa langsung dilakukan oleh Dinas PU. 

Perbaikan dirancang melalui anggaran APBD 2026. Namun, kondisi jalan terus memburuk hingga akhirnya putus total beberapa hari lalu. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#jalan putus #susut #dprd bangli