BALIEXPRESS.ID - Masalah penyaluran air bersih di Wilayah Badung Selatan, kini mulai diselesaikan.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa sempat memberikan waktu kepada Perumda Air Minum Tirta Mangutama atau yang lebih dikenal PDAM Badung hingga 20 Februari 2026.
Hal ini pun telah dibuktikan dengan progres peningkatan volume air yang mengalir ke daerah Badung selatan.
Bupati Adi Arnawa menyampaikan, Pemkab Badung menaruh perhatian penuh terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih untuk masyarakat di Kabupaten Badung.
Ia pun mengintruksikan jajaran direksi Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk bekerja keras dalam memenuhi kebutuhan air untuk masyarakat Badung.
“Pemkab Badung berkomitmen untuk segera menyelesaikan masalah ini dan memerintahkan jajaran Direksi untuk bekerja lebih keras lagi dalam memenuhi kebutuhan air ini di wilayah Kabupaten Badung. Karena air merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kita,” jelasnya.
Baca Juga: DLHK Denpasar Tanam Pohon Baru, 500 Bibit Disiapkan
Bupati Adi Arnawa pun menegaskan, telah memberikan batas waktu hingga 20 Februari 2026.
Jika masalah air bersih tidak diselesaikan, maka akan ada evaluasi jajaran direksi PDAM Badung.
“Kami sudah memberikan waktu sampai tanggal 20 Februari 2026 kepada Perumda Tirta Mangutama untuk segera menyelesaikan masalah penyaluran air bersih di Wilayah Badung selatan, jika tidak tercapai, kami akan mengevaluasi jajaran Direksi dari Perumda,” ujarnya.
Baca Juga: Malam Siwaratri di Pemkab Gianyar, Ditekankan Makna Siwaratri Memburu Kejahatan Dalam Diri
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung, I Wayan Suyasa menyampaikan, PDAM Badung telah melakukan upaya-upaya dalam menyelesaikan masalah tersebut.
Salah satunya dengan melakukan pemasangan pompa di Sistem IV IPA Estuary untuk meningkatkan distribusi air dari 420 liter per detik ke 490 liter per detik.
“Uji coba pola pengaliran ini, berhasil meningkatkan level air di Wellsite Reservoir (wadah penampung) dari 0,5 meter menjadi 2 meter sehingga air kini mengalir lebih banyak, untuk memenuhi kebutuhan air pelanggan kami di wilayah Badung selatan. Uji coba tersebut akan terus dilakukan hingga Sistem V IPA Estuary beroperasi normal demi menjaga kualitas, kuantitas dan kontinuitas pelayanan,” terangnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga