Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Angin Puting Beliung Terjang Sidakarya, Puluhan Rumah Rusak: Warga Masih Trauma

Putu Resa Kertawedangga • Rabu, 21 Januari 2026 | 14:53 WIB

 

Kondisi merajan di salah satu rumah warga Desa Sidakarya, Denpasar Selatan yang mengalami kerusakan akibat puting beliung, Rabu (21/1).
Kondisi merajan di salah satu rumah warga Desa Sidakarya, Denpasar Selatan yang mengalami kerusakan akibat puting beliung, Rabu (21/1).

BALIEXPRESS.ID - Angin puting beliung yang terjadi di Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, Rabu (21/1) dini hari menyebab sejumlah kerusakan.

Bahkan kerusakan ini mencapai puluhan rumah dari 15 dusun atau banjar.

Pemkot Denpasar pun telah melakukan peninjauan di lokasi dan saat ini sedang dilakukan pendataan kerugian.

Baca Juga: IMPACT+ Bali 2026 Guncang Industri Desain! 40 Brand Nasional Tumpah Ruah, Bali Jadi Pusat Inovasi Konstruksi

Perbekel Sidakarya, I Wayan Madrayasa mengatakan, angij puting beliung ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 wita.

Bencana ini menyebabkan kerusakan sekitar 30-35 rumah warga dari 15 banjar.

“Yang terparah ada di Dusun Tengah dan Dusun Sekartangin, itu banyak tumah yang atapnya terbang, pelinggihnya ada yang roboh,” ujar Madrayasa.

Baca Juga: Astra Motor Bali Dukung Kompetensi Melalui Edukasi Cuci Motor di SLB Negeri 3 Denpasar

Pihaknya menyebutkan, saat ini akan dilakukan pendataan kembali terkait kerusakan yang terjadi akibat bencana.

Rencananya Pemkot Denpasar pun akan memberikan bantuan akibat adanya kerusakan dari bencana.

Bantuan ini dari OPD terkait, Dinas Sosial maupun BPBD.

Baca Juga: Pohon Pule Setinggi 40 Meter Tumbang di Setra Kebon Tabanan, Palinggih Pura Beji Roboh

“Informasinya rumah yang rusak parah maksimal akan dibantu Rp 100 juta, dan untuk pemerajan atau pelinggih suci itu Rp 30 juta,” ungkapnya seraya menyatakan bantuan akan diberikan sesuai kerusakan yang terjadi.

Sementara salah satu warga, Anak Agung Ari Krisna menerangkan, puting beliung terjadi sekitar pukul 02.00 WITA bersamaan dengan hujan deras disertai petir.

Dirinya pun terbangun dan meelihat keadaan sekitar rumahnya.

Tak berselang lama sebuah pohon pun tumbang dan ada atap garase berbahan spandek di Jalan Pendidikan berterbangan.

“Atap yang terbang sampai sini (sekitar rumahnya) mengenai bangunan, dan merajan. Yang terparah sih di merajan karena angin kencang dan kena spandek,” ungkapnya.

Dirinya pun mengaku, saat ini masih trauma terhadap bencana yang terjadi.

Untuk sementara Ari Krisna akan melakukan perbaikan kerusakan.

“Saya masih trauma dengan kejadian barusan. Semoga saja tidak terjadi lagi yang seperti itu,” imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#sidakarya #puting beliung #denpasar