Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hilang Dua Hari, Wanita Buleleng Ditemukan Meninggal di Dasar Jurang Tukad Tangis

Dian Suryantini • Kamis, 22 Januari 2026 | 07:19 WIB
Warga dan aparat kepolisian di rumah duka warga Desa Gitgit yang ditemukan meninggal di dasar jurang,. (Radar Buleleng/Polres Buleleng)
Warga dan aparat kepolisian di rumah duka warga Desa Gitgit yang ditemukan meninggal di dasar jurang,. (Radar Buleleng/Polres Buleleng)

BALIEXPRESS.ID – Suasana duka menyelimuti Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Komang Redani, 40, seorang ibu rumah tangga yang sempat dilaporkan hilang selama dua hari, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (21/1/2024) siang.

Jasad korban ditemukan di dasar jurang Tukad Tangis, wilayah Banjar Dinas Kubu, Desa Pegayaman.

Peristiwa pilu ini bermula ketika keluarga melaporkan hilangnya korban sejak awal pekan.

Berbagai upaya pencarian telah dilakukan, namun titik terang baru muncul pada Rabu siang sekitar pukul 12.40 Wita.

Saat itu, Ketut Sriyasa, 53, suami korban, menerima laporan dari warga mengenai penemuan sepeda motor dan sepasang sandal di pinggir sebuah jalur setapak yang berbatasan langsung dengan tebing curam.

Setelah memastikan bahwa kendaraan tersebut adalah milik istrinya, Sriyasa segera melapor kepada Kelian Banjar Dinas Gitgit dan pihak kepolisian.

Tim gabungan yang terdiri dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, serta puluhan warga setempat bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyisiran.

Pencarian yang berlangsung dramatis tersebut membuahkan hasil ketika seorang warga, Nyoman Arta, melihat sosok manusia di dasar jurang yang ditutupi rimbun bambu.

Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di atas tumpukan ranting di kedalaman sekitar 40 meter.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengonfirmasi bahwa proses evakuasi dilakukan secara gotong royong oleh warga dan petugas.

"Korban berada di dasar jurang Air Terjun Tukad Tangis. Setelah berhasil diangkat, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka untuk mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut," ujar Yohana.

Berdasarkan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh tim medis dari Puskesmas II Sukasada, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik atau luka akibat penganiayaan pada tubuh korban.

Petugas hanya menemukan luka lecet ringan di beberapa bagian tubuh yang diduga kuat akibat benturan dengan dinding tebing dan ranting pohon saat korban terjatuh ke dasar jurang.

Berdasarkan fakta-fakta di lapangan dan kondisi lokasi penemuan, pihak kepolisian menduga kuat bahwa korban sengaja mengakhiri hidupnya dengan menceburkan diri ke dalam jurang tersebut.

Kendati demikian, motif di balik tindakan nekat korban masih belum diketahui secara pasti.

Kepergian Komang Redani meninggalkan duka mendalam bagi sang suami, Ketut Sriyasa, dan keluarga besarnya.

Meski terpukul, pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan proses autopsi.

"Pihak keluarga sudah menyatakan keikhlasannya dan menolak autopsi. Kami dari kepolisian turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa keluarga korban," tutup Yohana.

Saat ini, jenazah telah disemayamkan di rumah duka untuk persiapan prosesi adat setempat. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#jurang #desa gitgit #buleleng