Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

PHRI Bali Dikukuhkan, Cok Ace Tekankan Pentingnya Data Usaha Pariwisata

Rika Riyanti • Jumat, 23 Januari 2026 | 14:35 WIB

PENGUKUHAN: Pengukuhan Pengurus PHRI BPD Bali periode 2025-2030 yang dirangkaikan dengan acara Rakerda I Tahun 2026 PHRI BPD Provinsi Bali bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali
PENGUKUHAN: Pengukuhan Pengurus PHRI BPD Bali periode 2025-2030 yang dirangkaikan dengan acara Rakerda I Tahun 2026 PHRI BPD Provinsi Bali bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali

 

 


BALIEXPRESS.ID — Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPD Bali periode 2025–2030 resmi dikukuhkan bersamaan dengan pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Tahun 2026 PHRI BPD Provinsi Bali.

Kegiatan tersebut digelar di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Provinsi Bali, Jumat (23/1).

Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, mengatakan pengukuhan pengurus merupakan siklus organisasi yang berlangsung setiap lima tahun sekali.

Ia menyebut pelantikan kali ini menjadi yang kelima sepanjang dirinya memimpin PHRI Bali.

Baca Juga: Bupati Adi Arnawa Berkomitmen Kebut Pembangunan Jalan Lingkar Selatan

“Yang kebetulan saja hari ini saya dilantik untuk yang kelima kalinya. Pertama dulu waktu Gubernur Pak Dewa Brata, kedua, ketiga waktu Gubernur Pak Mangku Pastika, yang keempat oleh Pak Koster, sekarang oleh Pak Sekda. Jadi lengkap sudah lima kali,” katanya.

Dalam periode kepengurusan kali ini, pria yang akrab disapa Cok Ace ini menyoroti pentingnya penguatan basis data pariwisata Bali.

Menurutnya, ketiadaan data yang valid menyulitkan proyeksi dan perencanaan sektor pariwisata ke depan.

“Target di periode yang kali ini. Ya, satu hal yang sangat sulit kita untuk memproyeksi ke depan adalah database,” ucapnya.

Baca Juga: BPJamsotek Denpasar Serahkan Klaim JKM Kepada Dua Ahli Waris Nelayan

Ia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Bali sebenarnya telah menerbitkan peraturan gubernur yang mewajibkan setiap usaha pariwisata masuk dalam asosiasi.

Namun, implementasi di lapangan dinilai belum berjalan optimal.

“Pak Gubernur sudah mengeluarkan Pergub tentang kewajiban setiap usaha masuk asosiasi namun sampai sekarang tidak direspon secara baik,” katanya.

Cok Ace pun meminta peran lebih aktif pemerintah kabupaten dan kota, mengingat proses perizinan banyak dilakukan di tingkat daerah.

Menurutnya, ketersediaan data yang akurat tidak hanya penting bagi asosiasi, tetapi juga bagi pemerintah dalam melakukan proyeksi pembangunan pariwisata.

“Bukan hanya untuk kami PHRI, tapi untuk pemerintah untuk mengadakan proyeksi ke depan. Apakah masih perlu supply lagi 40 kamar lagi? Tentu ini yang akan kita perlukan dari data tersebut,” katanya.

Baca Juga: Diduga Terlibat Cinta Terlarang, Dua Sejoli Nekat Akhiri Hidup 

Cok Ace juga menyoroti adanya anomali di sektor pariwisata Bali, di mana peningkatan kunjungan wisatawan tidak diikuti dengan peningkatan okupansi hotel dan pendapatan asli daerah (PAD).

“Kita lihat sekarang meningkat pariwisatanya tapi kan menurun okupansinya dan PAD-nya pun tidak meningkat signifikan,” ujarnya. Ia menambahkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Bali. “Kalau PAD tidak meningkat tentu kesejahteraan masyarakat juga tidak bisa meningkat signifikan,” tambahnya.

Terkait cuaca ekstrem, ia menilai fenomena tersebut tidak hanya terjadi di Bali dan tidak berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan.

“Cuaca seperti ini kan tidak terjadi hanya di Bali saja seluruh dunia ya. Seluruh Indonesia, seluruh dunia. Saya kira tidak ada masalah,” ucapnya.

Baca Juga: Pemkab Buleleng Bakal Tertibkan Kabel Semrawut 

Ia menjelaskan, penurunan okupansi pada Januari lebih dipengaruhi oleh tren musiman.

“Januari memang kita mengalami penurunan itu sudah kejadian setiap tahun memang seperti itu bukan karena cuaca,” katanya.

Secara keseluruhan, Cok Ace menyebut okupansi hotel pada 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Okuspan saya sampaikan tadi memang di tahun 2025 kalau kita bandingkan 2024, 2025-nya turun 8 persen,” ujarnya.

 

Selain itu, keberadaan akomodasi yang tidak terdaftar dinilai turut memengaruhi distribusi wisatawan dan penerimaan daerah.

“Banyak ya usaha-usaha akomodasi yang tidak terdaftar dan lain sebagainya. Sehingga ini mengambil jatah atau mengambil wisatawan kita,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menyampaikan harapan agar kepengurusan PHRI Bali periode 2025–2030 mampu memberikan kontribusi nyata bagi pariwisata dan pembangunan Bali.

“Tentu saja bukan hanya untuk hadir menyaksikan tetapi lebih dari itu bersama-sama mendoakan agar kepengurusan PHRI BPD Bali dapat melaksanakan tugasnya dengan baik pada periode ke pengurusan,” katanya.

Baca Juga: Hujan Deras Picu Longsor di Mengening, Senderan Rumah Ambrol, Tiga Motor Terkubur Material

Ia menilai industri pariwisata Bali tengah menghadapi berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal.

“Khusus kita di Bali, challenge itu ada dua, ada faktor internal kita di Bali dan juga faktor eksternal di Bali,” ujarnya.

Namun demikian, Dewa Made Indra optimistis seluruh tantangan tersebut dapat dihadapi dengan baik melalui kolaborasi.

“Kita tidak membatasi tantangan-tantangan itu sebagai masalah yang membuat kita senang. Tapi kita harus membatasi semangat challenge,” katanya.

Baca Juga: Selamatkan Hutan, Presiden Prabowo Perintahkan Satgas PKH Tertibkan Sawit dan Tambang Ilegal

Ia menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri dan kerja sama lintas sektor dalam menghadapi dinamika pariwisata.

“Hari ini adalah eranya kolaborasi. Jadi sesuatu hanya bisa diselesaikan dan bisa mendapatkan hasil lebih kalau kita berkolaborasi,” ujarnya.

Menurutnya, kehebatan kepemimpinan saat ini ditentukan oleh kemampuan membangun kolaborasi, baik di pemerintahan maupun di organisasi industri pariwisata.

Menutup sambutannya, Sekda Bali menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus PHRI Bali yang baru dikukuhkan.

 

“Saya mewakili Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan selamat kepada ketua pengurus dan jajaran dari BPD PHRI Bali yang baru saja diangkat untuk periode 2025–2030,” pungkasnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#COK ACE #PHRI Bali #database #Rakerda