Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Buleleng Raih UHC Award 2026 Kategori Madya, Cakupan Kepesertaan JKN Tembus 98 Persen

Dian Suryantini • Rabu, 28 Januari 2026 | 12:30 WIB

Wakil Bupati Buleleng, menerima penghargaan UHC Award Tahun 2026 kategori Madya untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng
Wakil Bupati Buleleng, menerima penghargaan UHC Award Tahun 2026 kategori Madya untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Kabupaten Buleleng, Bali, kembali menegaskan komitmennya dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diraihnya UHC Award Tahun 2026 kategori Madya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng. Penghargaan bergengsi di bidang kesehatan ini diterima langsung oleh Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, dalam acara nasional yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

 

Penghargaan UHC (Universal Health Coverage) Award diberikan kepada daerah yang dinilai berhasil mewujudkan cakupan kesehatan semesta melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kabupaten Buleleng masuk kategori Madya setelah memenuhi dua indikator utama, yakni cakupan kepesertaan masyarakat sebesar 98 persen dan tingkat keaktifan peserta mencapai 80,56 persen.

 

Ditemui usai menerima penghargaan, Wakil Bupati Gede Supriatna menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja panjang dan konsisten yang dilakukan pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan.

 

“Kita masuk kategori Madya dengan kriteria kepesertaan masyarakat mencapai 98 persen, kemudian dari sisi keaktifan masyarakat berada di angka 80,56 persen,” ujar Supriatna, Rabu (28/1).

Baca Juga: Cerita Dokter Klarisa, Dokter Forensik yang Membaca Kematian dan Menjaga Keadilan

Ia menjelaskan, tingginya angka keaktifan peserta menjadi indikator penting dalam penilaian UHC. Tidak hanya menunjukkan bahwa masyarakat telah terdaftar sebagai peserta JKN, tetapi juga mencerminkan tingkat pemanfaatan layanan kesehatan secara nyata oleh masyarakat.

 

“Keaktifan ini menunjukkan bahwa masyarakat benar-benar menggunakan BPJS Kesehatan untuk mengakses layanan kesehatan. Ini artinya program yang dijalankan tidak hanya administratif, tetapi betul-betul dirasakan manfaatnya,” jelasnya.

 

Supriatna menegaskan, Pemkab Buleleng berkomitmen untuk terus menjaga bahkan meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Akses yang merata, mudah, dan berkelanjutan menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.

 

“Kita di Kabupaten Buleleng berkomitmen untuk terus memberikan akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Buleleng tanpa terkecuali,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Wabup Supriatna menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta dunia usaha menjadi kunci utama dalam mendorong keberhasilan program UHC.

 

“Ini bukan hanya kerja pemerintah daerah saja. Harus melibatkan semua aspek, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten, hingga para pelaku usaha,” ujarnya.

 

Peran pemerintah pusat dan provinsi dinilai penting dalam hal penyelarasan kebijakan, dukungan regulasi, serta bantuan teknis. Sementara itu, keterlibatan dunia usaha atau sektor swasta dinilai strategis untuk mendukung perluasan cakupan kepesertaan sekaligus meningkatkan keaktifan peserta JKN.

 

“Pelaku usaha memiliki peran besar dalam membantu pemerintah daerah, sehingga kabupaten bisa terbantu dalam mencakup dan menaikkan tingkat keaktifan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan,” tambahnya. ***

 

 

Editor : Dian Suryantini
#bali #award #uhc #madya #buleleng