BALIEXPRESS.ID - Kawasan The Nusa Dua yang menjadi pusat hotel berbintang di Kuta Selatan akan melakukan peremajaan atau rejuvinasi secara bertahap di tahun 2026.
Hal ini dilakukan lantaran ingin meningkatkan kenyamanan dan daya saing untuk menggaet wisatawan, sekaligus antisipasi menjadi kota tua.
Peremajaan yang akan dilakukan meliputi Pulau Peninsula, Pantai Waterblow, dan lainnya.
Baca Juga: BSSA Resmi Dilantik, Satpam Pariwisata Perkuat Koordinasi Awasi Wisatawan Asing
Direktur Operasional ITDC, Troy Warokka mengatakan, The Nusa Dua adalah kawasan pariwisata terintegrasi yang dikelola ITDC selama 52 tahun.
Selama ini kawasan ini terus bertumbuh ke arah positif, yakni di tahun 2024 tingkat kunjungan mencapai 3,2 juta.
Bahkan kembali meningkat lagi di tahun 2025 menjadi 3,8 juta kunjungan.
Baca Juga: Telan Rp 16 Miliar, Renovasi Ruang Sidang Utama DPRD Bali Rampung, Siap Digunakan Akhir Januari
“Rata-rata tingkat hunian hotel di Nusa Dua mencapai 76,93 persen di tengah tantangan eksternal, khususnya menurunnya perjalanan dinas dan aktivitas MICE pada awal tahun,” ujar Troy, Rabu (28/1).
Pihaknya menyebutkan, peremajaan pun kini dimulai secara bertahap selama tiga tahun kedepan.
Program ini dirancang untuk meninngkatkan kualitas kawasan melalui perbaikan ruang publik, aksebilitas, fasilitas pendukung, kebersihan lingkungan, dan penataan destinasi berbasis tren wellness tourism.
Baca Juga: BCA Singapore Airlines Travel Fair Kembali Digelar, Bali Jadi Salah Satu Lokasi
“Pada tahap ini pengerjaan akan dilakukan selama 210 hari di tahun 2026. Akan melibatkan 100 lebih tenaga kerja, pengerjaan ini dilakukan oleh PT Nindya Karya,” ungkapnya.
Untuk peremajaan yang akan dilakukan, Troy menerangkan, penataan Pulau Peninsula, penataan stage event, peremajaan akses menuju Pantai Waterblow, pembuatan area wedding, dan penataan atraksi atau daya tarik di kawasan tersebut.
Kemudian akan dilakukan peremajaan jalan kawasan kurang lebih sepanjang 3,7 Km.
Pembenahan jalan ini bertujuan mendukung aspek keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran akses.
Selain itu masih ada pengembangan TPS3R, pengerjaan pedestrian dan peremajaan penerangan jalan di Nusa Dua.
Penataan Pulau Nusa Dua Darma dengan konsep wellness island, meliputi bangunan yoga, tempat meditasi, dan aktivitas lainnya.
“Kami memastikan pelaksanaan pelaksanaan pekerjaan dengan standar operasional tinggi, disertai manajemen lalu lintas serta mitigasi dampak terhadap operasional agar tetap berjalan dengan baik,” terangnya.
Sementara Plt Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar menyampaikan, rejuvinasi kawasan The Nusa Dua yang dibangun sejak 1973 merupakan langkah strategis di tengah tantangan eksternal global.
Peningkatan kunjungan wisatawan menjadi bukti bahwa kawasan ini terus bergerak menuju pertumbuhan pariwisata yang berkualitas.
“Rejuvinasi ini bukan sekadar perbaikan jalan, tetapi juga peningkatan tampilan kawasan agar lebih ikonik, nyaman, dan indah, yang berdampak langsung pada customer experience,” ungkap Ahmad.
Ia juga mengajak para tenant di kawasan The Nusa Dua untuk turut melakukan pembaruan dan renovasi fasilitas.
Sejumlah tenant disebutkan telah mulai melakukan peremajaan.
“Terima kasih sekali, sehingga Nusa Dua kedepan tidak menjdi old town, menjadi kota tua. Kita menginginkan tetap segar sehingga kita akan naik kelas menjadi kawasan premium,” paparnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga