BALIEXPRESS.ID – Pemkab Bangli melalui Satgas Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memastikan pengawasan ketat terhadap kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi kasus makanan tidak layak konsumsi seperti yang terjadi di beberapa daerah lain.
Sekretaris Satgas Pengawasan MBG Bangli, dr. I Dewa Gede Oka Darsana, Sp.An, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan maupun aduan terkait makanan MBG bermasalah di Bangli.
Meski demikian, Dinas Kesehatan Bangli tetap melakukan berbagai langkah preventif.
Salah satu program yang akan dijalankan adalah uji baku mutu terhadap makanan, air, serta penyaji makanan MBG.
Pemeriksaan ini direncanakan dilakukan secara berkala dengan melibatkan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
"Kami sudah merencanakan untuk melakukan uji itu secara berkala melibatkan Labkesda. Secara internal kami sudah berkoordinasi dan Labkesda siap, baik dari sisi peralatan maupun SDM,” jelas Oka Darsana, Kamis (5/2/2026).
Selain uji kualitas makanan, Labkesda Bangli juga disiapkan untuk melakukan pemeriksaan penyakit yang berpotensi ditularkan melalui makanan.
Koordinasi pun telah dilakukan agar pengelola MBG di Bangli bersedia menjalani pemeriksaan baku mutu air dan penyaji secara rutin.
“Langkah berikutnya akan membuat PKS dengan pengelola MBG agar makanan yang dikonsumsi memenuhi baku mutu. Pemeriksaan bisa dilakukan rutin, misalnya enam bulan sekali, atau sewaktu-waktu jika ada indikasi atau permintaan dari pengelola,” katanya.
Lebih lanjut, Plt Kepala Dinas Kesehatan ini menekankan bahwa pencegahan makanan tidak layak konsumsi membutuhkan peran aktif berbagai pihak.
Pengelola MBG diingatkan untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan dalam proses penyajian.
Pihak sekolah juga diminta ikut memantau makanan yang dibagikan kepada siswa. “Kalau ada makanan yang mencurigakan, di luar kebiasaan, baik dari bau, rasa, warna, maupun tekstur, agar segera dilaporkan,” tegasnya.
Direktur RSUD Bangli ini juga mengimbau siswa agar lebih waspada sebelum mengonsumsi makanan. Mereka bisa mengamati warna, maupun bau makanan.
"Intinya, pengawasan dilakukan bersama-sama agar program MBG benar-benar aman dan bermanfaat,” pungkasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan