BALIEXPRESS.ID - Aksi bersih-bersih sampah kiriman digelar di kawasan Pantai kelan, Kecamatan Kuta, Rabu (18/2).
Selain batang kayu yang ditemukan, dalam aksi bersih pantai kali ini malah menemukan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Limbah jarum suntik bekas pakai terlihat bersama sampah mikro plastik dan styrofoam oleh Pandawara Group.
Perwakilan Pandawara Group, Gilang Rahma mengaku, sebelum aksi bersih-bersih dimulai sempat menyisir kawasan Pantai Kelan.
Dirinya pun menyatakan, kondisi pantai bagi standar timnya cukup bersih, namun ada bahaya yang mengintai.
“Sekilas bersih, tapi ada pecahan mikro plastik dan styrofoam,” ujar Gilang.
Pihaknya menyebutkan, lebih dari 95 persen sampah di Pantai Kelan adalah sampah kiriman.
Jenis sampah yang paling berbahaya ditemukan adalah jarum suntik bekas pakai.
Dirinya pun mengingatkan relawan berhati-hati, karena jarum suntik di pasir tak terlihat tapi berisiko tinggi.
“Juga kami temukan sampah B3 seperti jarum suntik. Mikro plastik hanyut, dimakan ikan, kembali ke kita, jadi ancaman kesehatan,” ungkapnya.
Gilang menerangkan, teknologi terbaik sekalipun tidak dapat menggantikan kesadaran memilah sampah dari rumah.
Ia mencontohkan negara maju yang penduduknya jauh lebih sedikit, sehingga beban sampah berbeda dengan Indonesia.
Disisi lain Bali sebagai destinasi super prioritas, dinilai wajib menjaga ekosistem agar pariwisata tetap berkelanjutan.
“Ini simbol kebangkitan bangsa urus sampah. Perlu sinergi individu, pemerintah, dan masyarakat,” paparnya.
Melalui aksi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat ini, pihaknya berharap, dapat juga dilakukan di banyak tempat lain.
Sekaligus diharapkan aksi ini dapat mengubah cara pandang bahwa pantai bukan tong sampah kiriman.
“Dengan semangat gotong royong, pantauan mikro hingga B3 harus terus jadi perhatian agar keindahan Pantai Kelan tetap menjadi jendela pertama yang membanggakan bagi Bali,” pungkasnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga