Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Penyebab Tewasnya WNA Swiss di Medewi Masih Gelap, Polisi Periksa Tempat Makan Terakhir

I Gde Riantory Warmadewa • Jumat, 27 Februari 2026 | 07:36 WIB

Olah TKP peristiwa WNA Swiss meninggal disebuah villa di Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Minggu (22/2/2026).
Olah TKP peristiwa WNA Swiss meninggal disebuah villa di Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Minggu (22/2/2026).

BALIEXPRESS.ID- Misteri kematian warga negara asing (WNA) asal Swiss, Piero Guicciardi,34, di sebuah vila di Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali, hingga kini masih dalam penyelidikan kepolisian.

Pria asal Swiss itu ditemukan meninggal dunia di kamar vila tempatnya menginap.

Hingga saat ini, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan karena proses autopsi masih menunggu kehadiran pihak keluarga.

Satuan Reserse Kriminal Polres Jembrana telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi kejadian.

Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, menjelaskan bahwa saksi yang dimintai keterangan meliputi teman dekat korban, pengelola vila, pegawai penginapan, hingga pemilik warung makan tempat korban terakhir terlihat.

“Untuk sementara yang sudah kita dalami adalah keterangan dari temannya, kemudian dari pemilik penginapan, pegawai penginapan, termasuk juga tempat makan dia terakhir,” ungkap Citra, Kamis (26/2/2026).

Keterangan tersebut dikumpulkan untuk memetakan kondisi kesehatan serta aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Piero diketahui sudah menginap di vila tersebut sejak 5 Januari 2026.

Selama berada di Medewi, ia dikenal memiliki gaya hidup aktif dan gemar berselancar.

Bahkan, menurut keterangan saksi, korban bisa berselancar hingga dua kali dalam sehari di kawasan Pantai Medewi, yang memang terkenal sebagai salah satu destinasi favorit peselancar di Bali.

“Korban diketahui memang suka berselancar dan dalam sehari bisa sampai dua kali turun berselancar di Pantai Medewi,” jelas Citra.Meski penyelidikan terus berjalan, polisi belum dapat menyimpulkan penyebab medis kematian Piero. Proses autopsi masih terkendala izin dari pihak keluarga.

Polisi telah berkoordinasi dengan pihak konsulat terkait penanganan kasus ini. Informasi terakhir menyebutkan bahwa orang tua korban tengah mengurus administrasi perjalanan menuju Bali.

“Kita masih menunggu kehadiran dari orang tua yang bersangkutan untuk pelaksanaan autopsi. Informasinya mereka masih proses pengurusan paspor,” ujar Citra.

Hingga kini, kasus kematian WN Swiss tersebut masih dalam penanganan intensif aparat kepolisian. Polisi memastikan akan menyampaikan perkembangan terbaru setelah hasil autopsi resmi diperoleh. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#vila #swiss #jembrana