BALIEXPRESS.ID - Kontingen Kecamatan Kuta berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Kabupaten Badung tahun 2026.
Dalam ajang kompetisi tahunan ini, Kecamatan Kuta berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Bahkan berhasil meraih sejumlah medali dalam berbagai ajang seni budaya Bali.
Ketua Koordinator Kontingen Kecamatan Kuta, I Nyoman Suarjaya Edi Putra mengatakan, seluruh peserta dari Kecamatan Kuta telah dipersiapkan secara maksimal sebelum mengikuti perlombaan.
Terutama enam cabang seni yang diperlombakan dalam Porsenijar tahun ini. Cabang tersebut meliputi Tari Baris Tunggal, Tari Pendet, Macepat putra dan putri, Melukis putra dan putri, Alih Huruf Latin ke Aksara Bali, serta Mesatua Bali putra dan putri.
Terbukti dari enam cabang seni yang diperlombakan, Kontingen Kecamatan Kuta meraih dua medali emas, satu perak dan satu perunggu.
“Dari enam cabang yang diikuti, kontingen Kecamatan Kuta berhasil mengoleksi empat medali. Dua medali emas diraih pada cabang Melukis Putri dan Mesatua Bali Putri. Selain itu, satu medali perak diperoleh pada cabang Melukis Putra serta satu medali perunggu diraih pada cabang Tari Pendet, " ujar Edi Putra, Jumat (6/3).
Adapun peserta yang berhasil meraih prestasi diantaranya Naura Syaffira Azzahra yang menjadi juara pertama pada cabang Melukis Putri.
Aygta Bryan Riadi meraih juara kedua pada cabang Melukis Putra, serta I Gusti Ayu Putu Kaylas Mahottama Negara yang berhasil meraih juara pertama pada cabang Mesatua Bali Putri.
"Sementara pada cabang Tari Pendet yang meraih juara ketiga dibawakan oleh A.A. Mirah Cahaya Rosita, Putu Alya Jeni Artini, Kadek Adyla Sri Tarania, dan Dewa Ayu Made Alisha Anugerah Santi Rahayu Vidia Dewinta,” ungkapnya.
Pihaknya menyebutkan, prestasi tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai sekolah di Kecamatan Kuta yang mengirimkan perwakilannya dalam ajang tersebut.
Sekolah yang berpartisipasi di antaranya JB School, Cahaya Bangsa, SD No.3 Kedonganan, SD No.1 Seminyak, SD No.5 Kuta, dan SD No.4 Kuta.
Edi Putra menjelaskan, sebelum mengikuti Porseni, para peserta menjalani pembinaan selama kurang lebih satu bulan.
Pembinaan tersebut dilakukan secara terkoordinasi dengan melibatkan para koordinator bidang, seperti I Wayan Pande Budiasa untuk bidang tari, I Kadek Agus Arta Winangun untuk macepat, Ketut Keristian Dewi untuk melukis, I Putu Eka Agus Mikananta untuk mesatua Bali, serta Ni Komang Ayu Sindari untuk alih huruf Latin ke aksara Bali.
Selain itu, para peserta juga mendapat bimbingan dari pelatih berpengalaman di masing-masing cabang lomba.
Meski sempat menghadapi kendala seperti keterbatasan tempat latihan, waktu persiapan yang singkat, serta cuaca yang tidak menentu, para peserta tetap mampu tampil maksimal.
Ia berharap keberhasilan ini dapat memotivasi siswa lainnya untuk terus mengembangkan bakat seni budaya Bali serta berprestasi di ajang Porseni pada tahun-tahun mendatang. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga