Satu Tewas, Tiga Hilang dalam Terjangan Banjir di Desa Banjar Buleleng
Dian Suryantini• Sabtu, 7 Maret 2026 | 14:50 WIB
Upaya pencarian korban yang hanyut terseret arus banjir di desa Banjar, Buleleng.
BALIEXPRESS.ID – Suasana duka menyelimuti Dusun Ambengan, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Bencana banjir bandang menerjang wilayah tersebut pada Jumat malam, 6 Maret 2026. Hingga Sabtu dini hari, tim SAR gabungan melaporkan satu orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya—termasuk dua remaja dan anak-anak—dinyatakan hilang terseret arus.
Bencana yang terjadi di titik koordinat 8^{\circ}11'30.53''S 114^{\circ}57'54.76''E ini memicu respons cepat dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar. Laporan darurat yang masuk segera ditindaklanjuti oleh Tim Rescue Pos SAR Buleleng yang bergerak menuju lokasi pada pukul 22.30 WITA dengan kekuatan personel penuh dan perlengkapan evakuasi air.
Upaya pencarian di jam-jam pertama berlangsung dramatis. Di bawah guyuran hujan dan visibilitas yang sangat terbatas, tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan menyisir sepanjang aliran sungai di Dusun Santal.
Sekitar pukul 23.10 WITA, tim berhasil menemukan satu korban atas nama Dewa Ketut Adi Suarjaya, 55. Korban ditemukan di sepanjang aliran sungai Dusun Santal dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Isak tangis keluarga pecah saat jenazah korban dievakuasi dan langsung dibawa menuju rumah duka.
Kepala POS SAR Buleleng, Kadek Dony Indrawan mengatakan, kendala utama di lapangan adalah aliran sungai yang masih sangat deras serta kondisi gelap gulita yang membahayakan keselamatan tim penyelamat.
Fokus pencarian kini tertuju pada tiga warga lainnya yang hingga kini belum diketahui rabat rimbanya. Ketiga korban hilang tersebut adalah Komang Suci (44), seorang perempuan; Putu Wini (17), remaja perempuan; dan Kadek Wahyu (12), anak laki-laki.
"Mereka hanyut saat air mulai besar dan memasuki halaman rumahnya. Kemungkinan karena panik dan ketakutan terlambat keluar rumah dari dampak banjir," ujarnya, Sabtu (7/3).
Setelah melakukan koordinasi intensif, diputuskan bahwa operasi pencarian dihentikan sementara pada pukul 00.20 WITA.
"Kondisi cuaca memang sudah mulai reda, namun pencarian di malam hari dengan medan sungai yang ekstrem sudah tidak efektif dan berisiko tinggi bagi personel," ngkapnya.
Operasi SAR skala besar kembali dilanjutkan pada pagi ini, Sabtu (07/03), dengan melibatkan sedikitnya 17 unsur gabungan. Kekuatan personel yang dikerahkan tidak main-main, mulai dari Brimob Gilimanuk, Pol Airud, BPBD, hingga puluhan personel dari Polsek dan Koramil setempat.
Dinas PUPR dan PLN Kabupaten Buleleng juga telah disiagakan di lokasi untuk memulihkan akses dan memastikan keamanan jaringan listrik di sekitar area terdampak. Masyarakat setempat bersama perangkat desa juga bahu-membahu memberikan informasi serta bantuan logistik bagi tim yang bertugas.***