BALIEXPRESS.ID – Pemerintah Desa Dinas Sayan menggelar kegiatan sidak penduduk pendatang sekaligus patroli keamanan wilayah pada Minggu (8/3) malam. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah antisipatif menjelang perayaan Hari Suci Nyepi guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
Sidak dan patroli tersebut dipimpin langsung oleh Pj Perbekel Desa Sayan, Jro Mangku Ketut Gde Kesumawijaya, dengan melibatkan unsur Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kasi Pemerintahan, serta Ketua dan anggota Linmas Desa Dinas Sayan. Tim menyasar sejumlah wilayah yang menjadi tempat tinggal penduduk pendatang untuk melakukan pendataan serta memastikan kelengkapan administrasi mereka.
Pj Perbekel Desa Sayan, Jro Mangku Ketut Gde Kesumawijaya, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya pemerintah desa untuk menciptakan situasi yang kondusif menjelang Hari Suci Nyepi. Selain melakukan pendataan, petugas juga memberikan sosialisasi terkait aturan yang berlaku selama pelaksanaan Nyepi di Bali.
Menurutnya, Hari Suci Nyepi merupakan hari suci yang sangat penting bagi umat Hindu di Bali dan ditandai dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian selama 24 jam. Empat pantangan tersebut meliputi Amati Geni (tidak menyalakan api atau lampu), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), serta Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang).
“Peraturan ini berlaku untuk semua orang yang berada di Bali khususnya di Desa Sayan, termasuk penduduk pendatang maupun wisatawan. Oleh karena itu, melalui kegiatan sidak ini kami juga memberikan pemahaman agar seluruh masyarakat dapat menghormati dan mematuhi aturan tersebut,” ujar Jro Mangku Ketut Gde Kesumawijaya.
Ia menambahkan, selama pelaksanaan Nyepi nanti pengamanan wilayah akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Linmas desa, pecalang, hingga aparat keamanan dari kepolisian dan Satpol PP Kabupaten Gianyar. Patroli akan dilakukan untuk memastikan tidak ada aktivitas yang melanggar ketentuan Catur Brata Penyepian.
Selain itu, pemerintah desa juga menyampaikan himbauan kepada umat Muslim terkait pelaksanaan malam takbiran agar tidak melakukan takbiran keliling menggunakan kendaraan maupun menyalakan petasan dan meriam bambu. Himbauan ini bertujuan menjaga ketenangan lingkungan sekaligus menghormati masyarakat lainnya.
Jro Mangku Ketut Gde Kesumawijaya berharap melalui kegiatan sidak dan patroli ini, situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Desa Sayan tetap kondusif. Ia juga mengajak seluruh masyarakat, baik warga lokal maupun pendatang, untuk bersama-sama menjaga kerukunan serta menghormati setiap perayaan keagamaan yang ada di Bali. *
Editor : Putu Agus Adegrantika