BALIEXPRESS.ID – Menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948 khususnya menjelang prosesi melasti, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gianyar menggelar kegiatan bakti sosial berbasis ekoteologi di kawasan Pantai Purnama, Desa/Kecamatan Sukawati, Rabu (11/3). Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud implementasi program Asta Protas Menteri Agama RI, khususnya Ekoteologi dan Green Dharma yang menekankan penguatan nilai keagamaan sekaligus kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Mewakili Kepala Kantor Kemenag Gianyar, Kasi Urusan Agama Hindu, Ida Bagus Rai Supada, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan peran seluruh jajaran Kemenag dalam menjaga kesucian alam. Menurutnya, nilai-nilai keagamaan tidak hanya diwujudkan melalui ritual, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam merawat lingkungan.
Aksi tersebut melibatkan seluruh pegawai Urusan Agama Hindu di lingkungan Kemenag Gianyar yang bekerja sama dengan Bendesa Adat Sukawati. Kegiatan bersama-sama melakukan pembersihan kawasan pantai, khususnya dari sampah plastik dan non-organik yang berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kesucian kawasan pesisir tempat melasti.
"Selain membersihkan sampah, kegiatan ini juga mencakup penataan kawasan suci di sekitar areal pemelastian. Hal ini penting mengingat Pantai Purnama merupakan salah satu lokasi yang sering digunakan umat Hindu untuk melaksanakan ritual penyucian diri menjelang Hari Raya Nyepi, " paparnya.
Rai Supada juga menjelaskan, program Green Dharma atau ekoteologi menekankan bahwa alam merupakan bagian suci dari ciptaan Tuhan yang harus dijaga dan dihormati. Oleh karena itu, umat diharapkan memiliki kesadaran spiritual untuk merawat alam sebagai bagian dari praktik keagamaan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menguatkan pemahaman bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian alam adalah wujud implementasi nilai-nilai teologi Hindu, khususnya dalam menjaga harmoni antara manusia dengan lingkungan,” ujar Ida Bagus Rai Supada.
Selain aksi bersih-bersih, kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi mengenai pentingnya kesadaran lingkungan. Edukasi ini menekankan bahwa menjaga alam merupakan bagian dari penerapan filosofi Tri Hita Karana, yakni menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, Tuhan, dan alam semesta.
Kemenag Gianyar berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama menjelang hari-hari suci keagamaan. Dengan demikian, kesucian alam dan kawasan ritual tetap terjaga, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif umat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. *
Editor : Putu Agus Adegrantika