BALIEXPRESS.ID - Keributan pecah di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana pada Kamis (12/3/2026) pagi.
Sejumlah sopir kendaraan travel terlibat perkelahian dengan petugas darat kapal saat proses antrean kendaraan hendak masuk kapal penyeberangan.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 07.30 Wita itu dipicu kesalahpahaman saat pengaturan antrean kendaraan di tengah perubahan operasional dermaga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, seluruh kapal yang biasanya beroperasi di Dermaga MB (Movable Bridge) sedang dalam kondisi tidak beroperasi.
Akibatnya, pelayanan pemuatan kendaraan dialihkan sepenuhnya ke Dermaga LCM.
Kondisi ini membuat antrean kendaraan di area pelabuhan menjadi panjang dan padat.
Untuk menjaga keseimbangan muatan kapal, petugas darat memprioritaskan kendaraan logistik atau truk agar distribusi beban kapal tetap stabil dan aman.
Situasi mulai memanas ketika tiga kendaraan yang diduga merupakan travel gelap memaksa masuk lebih awal ke jalur pemuatan kapal.
Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Yuli Prasetyo, membenarkan adanya insiden tersebut.
“Iya betul infonya bang. Ada tiga unit kendaraan yang memaksa masuk duluan, diindikasikan ketiga kendaraan tersebut adalah travel gelap,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Petugas sebelumnya telah mengamankan tiket sejumlah kendaraan pribadi dan travel yang berarti mereka sudah dipastikan mendapat slot penyeberangan.
Petugas darat sebenarnya telah memberikan penjelasan secara persuasif kepada para sopir bahwa kendaraan mereka tetap akan diberangkatkan sesuai antrean.
Penjelasan tersebut tidak diterima sehingga terjadi adu mulut yang akhirnya memicu perkelahian di area pelabuhan.
Keributan tersebut segera dilerai oleh petugas keamanan yang berada di lokasi sehingga situasi kembali kondusif.
“Sudah diselesaikan langsung, ada miskomunikasi antara driver dengan petugas darat kapal,” kata Yuli.
Pihak keamanan mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan agar tetap tertib mengikuti arahan petugas di lapangan.
Terlebih saat ini aktivitas di pelabuhan mulai meningkat menjelang arus mudik Lebaran.
“Saat ini juga mendekati situasi padat mudik Lebaran 2026, jadi kita harus lebih bersabar lagi untuk kelancaran arus lalu lintas,” tandasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan