Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Setelah Kerobokan Kelod, Rekayasa Lalu Lintas Diperluas ke Berawa dan Canggu

Putu Resa Kertawedangga • Jumat, 17 April 2026 | 16:16 WIB
Plt Kadishub Badung, I Made Gede Wiryantara Adi Susandi. (Istimewa)
Plt Kadishub Badung, I Made Gede Wiryantara Adi Susandi. (Istimewa)

BALIEXPRESS.ID - Pemkab Badung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) kembali akan mengalihkan arus lalu lintas untuk mengurai kemacetan di wilayah pariwisata.

Rekayasa lalu lintas ini pun akan menyasar wilayah Berawa dan Canggu, Kecamatan Kuta Utara.

Hal dilakukan pasca ditetapkannya rekayasa lalu lintas secara permanen di wilayah Kerobokan Kelod dan Seminyak.

Baca Juga: Diduga Akibat Puntung Rokok, Trotoar Depan SPBU Darmasaba Meledak

Plt Kadishub Badung, I Made Gede Wiryantara Adi Susandi mengatakan, perluasan rekayasa ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengurai kepadatan kendaraan.

Hal ini dilakukan khususnya di wilayah yang mengalami lonjakan aktivitas wisata.

“Selanjutnya kami akan memperluas rekayasa ke wilayah Berawa dan Canggu. Di lokasi tersebut masih terdapat beberapa titik kemacetan yang perlu dikaji lebih lanjut,” ujar Wiryantara, Jumat (17/4).

Baca Juga: Gandeng Kemenag, SMK Negeri 1 Sukawati Asah Kemampuan Non Akademik Siswa

Pihaknya menyebutkan, tingginya aktivitas pariwisata di kedua kawasan tersebut menjadi faktor utama meningkatnya volume kendaraan.

Kondisi ini memicu kemacetan yang tidak hanya dikeluhkan wisatawan, tetapi juga masyarakat lokal.

“Wilayah ini pariwisatanya sedang ramai-ramainya sekarang. Banyak keluhan kemacetan yang masuk melalui kanal media sosial Kontak Bupati, sehingga perlu menjadi perhatian serius ke depan,” ungkapnya.

Baca Juga: Berawal dari Satu Ekor Kini Tembus Seratus Ekor, UMKM Susu Kambing Ras Farm Tumbuh Pesat Berkat Dukungan KUR BRI

Dalam rekayasa lalu lintas ini, Wiryantara mengaku, Dishub Badung tidak akan berjalan sendiri.

Dalam merancang pola rekayasa lalu lintas di Berawa dan Canggu, pihaknya akan menggandeng Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan kajian yang matang dan solusi yang tepat sasaran.

Lebih lanjut, Wiryantara menegaskan, rekayasa lalu lintas bukan sekadar mengalihkan arus kendaraan.

Langkah ini dirancang untuk mengurangi kemacetan, meminimalisir potensi konflik di persimpangan, serta menciptakan sistem lalu lintas yang lebih tertib dan aman.

"Langkah ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya pariwisata berkualitas di Kabupaten Badung," paparnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#berawa #kerobokan kelod #kemacetan #rekayasa lalu lintas #canggu