BALIEXPRESS.ID – Upaya pembentukan karakter generasi muda terus digencarkan melalui pendekatan spiritual dan kesehatan. Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Ni Wayan Wintari, menjelaskan kegiatan bimbingan dan penyuluhan tatap muka kepada anak-anak tersebut digelar di Pasraman Bali Prawerti Nawasena Desa Adat Belega, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Minggu (19/4).
Kegiatan ini diisi dengan praktik Yoga Surya Namaskara serta berbagai gerakan Yoga Asanas yang disesuaikan dengan usia anak-anak. Pendekatan tersebut bertujuan menanamkan pola hidup sehat sekaligus membangun keseimbangan antara jasmani dan rohani sejak dini.
Ni Wayan Wintari menjelaskan bahwa pengenalan yoga kepada anak-anak bukan hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga sarana pembinaan mental dan spiritual. “Melalui yoga, anak-anak dilatih untuk lebih fokus, disiplin, serta mampu mengendalikan diri. Ini penting untuk membentuk karakter yang kuat,” ujarnya.
Baca Juga: Baru Dua Pekan Bekerja, Buruh Proyek di Sayan Ditemukan Meninggal di Bedeng
Menurutnya, di tengah perkembangan zaman dan pengaruh teknologi, anak-anak perlu diberikan ruang untuk mengenal praktik hidup sehat yang berbasis nilai-nilai spiritual. Yoga menjadi salah satu media yang efektif karena mampu menggabungkan gerak tubuh, pernapasan, dan ketenangan pikiran.
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak tampak antusias mengikuti setiap gerakan yang dipandu. Suasana penuh keceriaan berpadu dengan keseriusan mereka dalam mempraktikkan setiap tahapan yoga, mulai dari pemanasan hingga gerakan inti.
Selain meningkatkan kebugaran jasmani, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental. Anak-anak diajak untuk lebih mengenal diri sendiri, mengelola emosi, serta membangun ketenangan batin.
Pasraman Bali Prawerti Nawasena dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi salah satu pusat pembinaan generasi muda berbasis nilai-nilai Hindu di wilayah tersebut. Keberadaan pasraman dinilai strategis dalam menanamkan ajaran agama sekaligus membentuk perilaku positif sejak usia dini.
"Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen penyuluh agama Hindu dalam memperkuat pembinaan umat melalui metode yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan generasi muda. Tidak hanya melalui ceramah, tetapi juga praktik langsung yang menyenangkan dan edukatif, " tegasnya.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan anak-anak tidak hanya tumbuh sehat secara fisik, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. *