Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Awal tahun 2026, 13 Kasus Gigitan Anjing Terindikasi Rabies di Kabupaten Badung

Putu Resa Kertawedangga • Selasa, 21 April 2026 | 18:11 WIB
Ilustrasi gigitan anjing rabies. (Jawapos)
Ilustrasi gigitan anjing rabies. (Jawapos)

BALIEXPRESS.ID - Sejak Januari hingga pertengahan April 2026 tercatar ada 13 kasus gigitan anjing di wilayah Kabupaten Badung.

Kasus gigitan ini pun berasal dari hewan yang terindikasi rabies.

Dari belasan kasus tersebut sebanyak enam kasus gigitan berada di Kecamatan Kuta Selatan.

Baca Juga: TP Posyandu Gianyar Gelar Evaluasi Lapangan Lomba Telajakan dan PSP-PSBS

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Badung, drh. I Gusti Ngurah Narendra Putra mengatakan, kasus gigitan anjing yang terindikasi rabies terjadi dalam rentang Januari hingga April 2026.

Kasus gigitan anjing terbanyak pun berada di wilayah Kuta Selatan.

"Dari Januari sampai April ada 13 kasus gigitan anjing di wilayah Badung. Terbanyak terjadi di Kecamatan Kuta Selatan sebanyak enam kasus," ujar Narendra Putra, Selasa (21/4).

Baca Juga: Viral Video Dugaan Pencurian oleh WNA di Villa Ubud, Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Pihaknya menyebutkan, kasus gigitan juga dilaporkan terjadi di sejumlah kecamatan lain, yakni Abiansemal, Kuta, dan Mengwi.

Meski jumlahnya tidak sebanyak di Kuta Selatan, wilayah-wilayah tersebut tetap menjadi perhatian dalam upaya pengendalian rabies.

"Ada 7 kasus gigitan lainnya itu terjadi di beberapa wilayah. Tapi paling banyak di Kuta Selatan itu," ungkapnya.

Baca Juga: Penyuluh Agama Hindu Kemenag Tabanan, I Made Danu Tirta Sebutkan Fokus Pikiran, Kunci Kecerahan Hidup Manusia

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah kasus gigitan anjing di Badung mengalami penurunan.

Pada tahun 2025 lalu, tercatat sebanyak 50 kasus gigitan anjing.

Sebaran kasus saat itu meliputi Kecamatan Kuta Selatan, Mengwi, Kuta Utara, Abiansemal, Kuta, hingga Petang.

"Kuta Selatan memang masih menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, baik tahun ini maupun tahun sebelumnya," jelasnya.

Untuk menekan angka kasus gigitan anjing sekaligus mencegah penyebaran rabies, Narendra Putra menjelaskan, telah menyiapkan stok vaksin rabies sebanyak 115 ribu dosis.

Ketersediaan vaksin ini diharapkan mampu meningkatkan cakupan vaksinasi terhadap populasi anjing di Badung.

Bahkan telah dilakukan vaksinasi kepada Hewan Pembawa Rabies (HPR) sebanyak 10 ribu dosis d i Kuta Selatan.

"Kami harapkan dengan ketersediaan vaksin ini, kasus gigitan anjing bisa ditekan," harapnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#rabies #Kabupaten Badung #gigitan anjing