BALIEXPRESS.ID - Hampir seminggu pasca ledakan trotoar di sekitar SPBU Banjar Menesa, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, warga sekitar masih was-was melakukan aktivitas.
Hal ini lantaran masih ada aroma bensin yang menyengat bercampur air di saluran drainase.
Diduga terjadi kebocoran di SPBU tersebut, yang dikhawatirkan dapat memicu kebakaran.
Salah satu penjaga salon kecantikan yang berada tepat di samping SPBU Darmasaba, Sinta Natasya mengaku, kalau aroma bensin masih tercium pasca ledakan pada 17 April 2026.
Menurutnya, aroma bensin tersebut pernah hilang beberapa jam pada Selasa (21/4) pada siang hari, namun sorenya kembali muncul.
“Sejak ledakan, aroma bensin itu terus terjadi. Kemarin (Selasa), sempat hilang saat hujan deras. Tapi sore harinya muncul lagi sampai saat ini,” ungkap Sinta, Rabu (22/4).
Baca Juga: Genjot Kinerja Digital, BPN Bali Turun Langsung Dampingi E-Kinerja di KlungkungBaca Juga: Genjot Kinerja Digital, BPN Bali Turun Langsung Dampingi E-Kinerja di Klungkung
Pihaknya menyebutkan, aroma bensin yang menyengat itu diperparah semen trotoar di depan lokasi usahanya itu rusak parah.
Dia pun berharap pihak terkait untuk segera memperbaikinya, karena dalam beberapa hari belakangan ini para pelanggannya menurun lantaran kondisi tersebut.
“Saya berharap secepatnya diperbaiki. Sangat mengganggu dan membuat kami tidak bisa beraktivitas normal. Bahkan ada tempat usaha cukur rambut yang tutup karena khawatir terjadi kebakaran atau ledakan lagi,” paparnya.
Perempuan yang tinggal di seputaran kawasan Batu Bulan ini pun mengungkapkan, sebelum kejadian ledakan, dirinya dan beberapa pedagang lainnya di sekitar lokasi menaruh curiga dengan aroma bensin yang menyengat.
Kondisi dialaminya sekitar seminggu sebelum ledakan.
“Ya saya dan beberapa warga di sini sudah mencium aroma bensin itu. Tapi saat itu tidak berpikiran sampai ke sana (bocor). Dikira hanya aroma dari proses pengisian saja, ternyata ada kebocoran dan memicu ledakan. Baru setelah trotoar rusak, aroma menyengat muncul," ungkapnya.
Sementara, teknisi SPBU Darmasaba, I Wayan Budiarta, ditanyai terkait kebocoran dari kilang penampungan enggan berkomentar lebih jauh.
Ia mengaku, petugas kepolisian saat ini masih mendalami penyebabnya, bahkan pihak Pertamina juga mendalami indikasi tersebut itu.
Terkait pengecekan harian oleh petugas, Budiarta berdalih selalu ada, tapi ketika ada indikasi dan aroma yang tercium.
“Pengecekan harian itu ada. Ketika ada gejala atau aroma. Ya saat ini masih tunggu hasil dari Kepolisian," ucapnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga