Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Isu Viral Guru SMPN 4 Mendoyo Dijawab Sekolah, Disebut Hanya Miskomunikasi

Gede Riantory Warmadewa • Kamis, 23 April 2026 | 08:23 WIB
Kepala SMPN 4 Mendoyo I Ketut Suyasa. (ist)
Kepala SMPN 4 Mendoyo I Ketut Suyasa. (ist)

BALIEXPRESS.ID - Isu dugaan perilaku tidak pantas yang menyeret salah satu guru di SMPN 4 Mendoyo, Jembrana, akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari pihak sekolah.

Kasus yang sempat viral di media sosial itu disebut tidak benar dan telah diselesaikan secara internal.

Kepala sekolah, I Ketut Suyasa, menegaskan bahwa persoalan yang terjadi hanyalah miskomunikasi antara guru dan siswa.

Baca Juga: Motor Hilang di Nusa Penida, Terduga Pelaku Dibawa ke RSJ untuk Pemeriksaan

“Tidak ada pengancaman, pemutusan akun, ataupun perbuatan senonoh seperti yang beredar. Masalah ini sudah selesai dan semua pihak sudah menerima,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Menurut Suyasa, permasalahan tersebut telah diselesaikan sejak 20 April 2026 melalui pertemuan yang melibatkan pihak sekolah, keluarga siswa, guru terkait, serta guru bimbingan konseling (BK).

Ia juga memastikan kondisi siswa tetap normal dan tidak mengalami tekanan psikologis.

Baca Juga: Longsor Susulan Jalan Penghubung Desa Peken Belayu-Kukuh, Air Sungai Yeh Ge Sempat Meluap ke Pura

“Anak-anak tetap seperti biasa, tidak ada beban, baik di sekolah maupun di rumah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Suyasa menjelaskan bahwa kesalahpahaman diduga muncul dari komunikasi di luar jam sekolah.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Lahan 11 Hektare untuk Lapas di Jembrana, Lokasinya di Jalur Vital

Guru yang bersangkutan diketahui merupakan pengajar Informatika sekaligus pembina ekstrakurikuler e-sport.

Dalam interaksi tersebut, terdapat istilah seperti “ML” yang merujuk pada game Mobile Legends: Bang Bang serta ajakan “mabar” atau main bareng secara daring.

“Karena komunikasi dilakukan secara online, mungkin ada istilah yang dianggap meleset. Padahal konteksnya bermain game bersama,” terangnya.

Meski tidak ditemukan pelanggaran seperti yang dituduhkan, pihak sekolah tetap memberikan pembinaan kepada guru terkait agar menjaga profesionalitas dalam berinteraksi dengan siswa.

“Kami minta guru tetap menjaga batas sebagai pendidik agar tidak menimbulkan salah persepsi,” tegas Suyasa.

Sementara itu, Kepala UPTD PPA Jembrana, Ida Ayu Sri Utami Dewi, mengatakan pihaknya telah melakukan klarifikasi dan akan terus mendalami kasus tersebut.

“Kami juga menyiapkan layanan konseling psikologis bagi siswa jika diperlukan,” ujarnya.

Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Gede Alit Darmana, menegaskan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman.

“Belum ada kesimpulan. Jika ditemukan unsur pidana, tentu akan ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#SMPN 4 Mendoyo #jembrana