BALIEXPRESS.ID - Kemacetan di Kabupaten Badung kini menjadi masalah serius yang harus ditangani.
Bahkan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa akan mempersiapkan skema pembatasan kendaraan.
Kini muncul opsi untuk merancang jalur transportasi publik khusus di wilayah padat lalu lintas di Kuta dan sekitarnya.
Baca Juga: Bangunan Di Atas Got Desa Sibangkaja, Tim Gabungan Turun Langsung, Baru Diberi Teguran
Bupati Adi Arnawa mengatakan, pihaknya terus mendorong agar transportasi publik bisa beroperasi secara optimal di wilayah Badung.
Namun, moda transportasi ini harus dibarengi dengan pembangunan infrastruktur, utamanya jalur khusus untuk kendaraan tersebut.
"Saya punya keinginan ke depan ini akan menyiapkan ruas jalan. Ya, ruas khusus jalur khusus moda transportasi publik ini," ujarnya.
Baca Juga: Wabup Bagus Alit Sucipta Pimpin Peringatan Hari Otonomi Daerah Ke-30
Pihaknya menyebutkan, rencananya jalur khusus ini sedang saat ini sedang dirancang, sejalan dengan pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan.
Rencananya hal ini akan lebih fokus ke wilayah Kuta dan Legian.
Ia mencontohkan, jika orang atau wisatawan yang hendak ke Kuta, harus masuk ke sentral parkir untuk menaiki kendaraan umum.
Baca Juga: Perempuan Astra Bali Ajak Insan Astra Jaga Harmoni Bumi Lewat Workshop Pilih, Pilah & Olah Sampah
“Pada kuadran pertama itu saja sesuai dengan kajian itu, yaitu di Legian, di Warung Made ke barat, di Hard Rock, di Pullman ke timur. Itu saja dulu coba kita buat jalur khusus untuk transportasi publiknya,” ungkapnya.
Setelah rute awal rampung dikerjakan, Adi Arnawa memastikan, akan dilanjutkan dengan pengerjaan tahap berikutnya.
Bahkan, pengerjaan tahap dua itu akan mengundang investor yang ingin berinvestasi untuk penanganan kendaraan transportasi publik ini.
Namun dari semua rencana itu, Bupati asal Desa Pecatu ini mengaku harus terlebih dahulu membersihkan pakir-pakir yang ada di kawasan Kuta.
“Karena kalau kita lihat di Kuta itu, ruas jalan kan sangat kecil. Kami sekarang sedang mendorong untuk mulai melakukan pembebasan beberapa titik lahan untuk menyiapkan lahan-lahan parkir nantinya. Sehingga itu akan kosong dan kita akan memberikan space buat transportasi publik yang akan bisa melintasi sepanjang itu," terang mantan Sekda Badung tersebut.
Meski demikian, pihaknya tidak menyebutkan kapan rencana tersebut mulai dijalankan.
Hanya saja saat ini Pemkab Badung terus berupaya dalam mengatasi kemacetan, salah satunya yakni dengan pembangunan infrastruktur jalan.
“Kenapa saya fokus kepada infrastruktur? Karena salah satunya adalah isu kemacetan ini. Karena kalau ini kami tidak tangani dengan serius sekarang ini, bukan tidak mungkin bahwa pariwisata kami juga bisa akan terhambat,” jelasnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga