Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Komunitas Baturenggong Matangkan Garapan PKB 2026, Angkat Spiritualitas dan Sejarah Mengwi

Rika Riyanti • Sabtu, 9 Mei 2026 | 18:08 WIB
PENAMPILAN: Komunitas Seni Baturenggong
PENAMPILAN: Komunitas Seni Baturenggong

 

BALIEXPRESS.ID – Parade Gong Kebyar dalam rangkaian tahunan Pesta Kesenian Bali (PKB) kembali diprediksi menjadi pusat perhatian masyarakat.

Ribuan penikmat seni diperkirakan memadati Panggung Terbuka Ardha Candra saat parade berlangsung.

Pada PKB 2026, Kabupaten Badung menunjuk Komunitas Seni Baturenggong sebagai duta daerah untuk menampilkan garapan bernuansa khas Mengwi.

Komunitas seni yang bermarkas di Desa Delod Peken, Kecamatan Mengwi itu dijadwalkan tampil pada 8 Juli 2026 bersanding dengan duta Kabupaten Gianyar.

Baca Juga: Evaluasi KKP di Kawasan BTID Tak Berkaitan dengan Marina, Fokus pada Kepatuhan Lingkungan

Menjelang penampilan tersebut, berbagai persiapan terus dimaksimalkan agar mampu memberikan suguhan terbaik di panggung seni paling bergengsi di Bali.

Ketua Komunitas Seni Baturenggong, I Gede Wira Andika, mengatakan latihan dan pembinaan telah dilakukan secara intens sejak Januari 2026.

Seluruh materi pertunjukan kini disebut telah memasuki tahap pemantapan.

“Kami ingin memberikan penampilan terbaik untuk Kabupaten Badung. Semua materi sudah tembus, sekarang tinggal menyatukan rasa dan penguatan ekspresi di atas panggung,” ujarnya didampingi Koordinator Kegiatan, I Gede Purnama Eka Saputra, Sabtu (9/5/2026).

 

Sebanyak 147 orang pendukung dilibatkan dalam garapan kali ini. Mayoritas merupakan generasi muda berusia 17 hingga 27 tahun.

Para penabuh dan pendukung sebagian besar berasal dari kalangan seniman lokal Mengwi atau dikenal dengan istilah “sebunan”, yang mencerminkan kuatnya regenerasi seni di wilayah tersebut.

Pada parade nanti, Komunitas Baturenggong akan membawakan tiga materi utama, yakni tabuh lelambatan, tari kreasi, dan fragmentari.

Ketiga sajian tersebut mengangkat sejarah serta nilai spiritual masyarakat Mengwi yang dikemas selaras dengan tema PKB 2026, “Atma Kerthi”.

Baca Juga: Pansus TRAP Sebut Temuan KKP di Kura-Kura Bali Perkuat Dugaan Pelanggaran Proyek BTID

Garapan tabuh lelambatan memadukan nuansa klasik dengan kisah kejayaan Kerajaan Mengwi.

Sementara tari kreasi menampilkan cerita “Masepuh”, putra Raja Mengwi yang hingga kini masih diyakini keberadaannya dan menjadi bagian dari tradisi ziarah masyarakat di kawasan Desa Seseh dan Munggu.

Adapun fragmentari mengangkat kisah “Jero Luh”, sosok perempuan spiritual yang dipercaya menjadi sungsungan masyarakat Mengwi dan memiliki keterkaitan dengan ritual sakral di Pura Dalem Mengwi.

“Di Mengwi banyak cerita dan warisan spiritual yang luar biasa. Semua itu kami kemas menjadi sajian seni yang kuat secara filosofi dan tetap menarik ditonton,” jelas Gede Purnama.

Baca Juga: Diduga Langgar Izin Ruang Laut, Aktivitas di Kawasan Kura-Kura Bali Dipasang Segel KKP

Keseriusan persiapan juga terlihat dari keterlibatan sejumlah seniman lokal Badung sebagai pembina dan penggarap.

Penataan tabuh, tari kreasi, hingga fragmentari dipercayakan kepada para seniman berpengalaman yang selama ini aktif membina kesenian di wilayah Mengwi.

Bagi Komunitas Baturenggong, kesempatan tampil sebagai duta Kabupaten Badung di PKB 2026 menjadi momentum penting.

Sebab sebelumnya mereka sempat gagal tampil dalam Gelar Budaya Kabupaten Badung akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Kesempatan tampil di PKB pun menjadi suntikan semangat baru bagi komunitas yang berdiri sejak 2010 tersebut untuk menunjukkan kemampuan generasi muda Mengwi di panggung seni tingkat Bali.

“Batal tampil di Gelar Budaya akhirnya terbayar dengan kesempatan tampil di PKB. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi besar bagi anak-anak muda kami,” tutupnya.(ika)

Editor : Rika Riyanti
#mengwi #seni #budaya #pkb