Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

PKB 2026 Libatkan Lebih 20 Ribu Seniman, BWCC Hadirkan Peserta dari 10 Negara

Rika Riyanti • Selasa, 12 Mei 2026 | 13:15 WIB
MERIAH: Rapat Pleno PKB di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Selasa (12/5)
MERIAH: Rapat Pleno PKB di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Selasa (12/5)

 

BALIEXPRESS.ID - Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026 dipastikan berlangsung lebih besar dan meriah dibanding tahun sebelumnya.

Ajang seni budaya tahunan terbesar di Bali itu akan melibatkan puluhan ribu seniman, ratusan sekaa dan yayasan seni, hingga partisipasi kelompok budaya internasional.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, memaparkan berbagai agenda dan inovasi PKB XLVIII dalam Rapat Pleno PKB di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Selasa (12/5).

PKB tahun ini mengangkat tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha (Memuliakan Jiwa Paripurna)” dengan rangkaian kegiatan meliputi peed aya atau pawai, rekasadana, utsawa atau parade, wimbakara atau lomba, widyatula, lokakarya, pameran, Jantra Tradisi Bali, hingga Bali World Culture Celebration (BWCC).

Baca Juga: FHTB 2026 Catat 700 Business Matching, Bali Kian Dilirik sebagai Pusat Industri Hospitality Indonesia Timur

Untuk agenda pembukaan berupa Peed Aya, pawai akan dipusatkan di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Renon.

Rute dimulai dari simpang Jalan Ir. H. Juanda dan Jalan Kusuma Atmaja, melintas di depan monumen, kemudian bergerak ke arah utara menuju panggung utama.

Alit Suryana mengatakan, konsep penataan penonton tahun ini dibuat lebih menyebar agar tidak menumpuk di satu titik seperti sebelumnya.

Panitia juga menyiapkan hiburan kesenian di sisi barat kawasan Renon.

 

“Peed Aya atau pawai ini memang dirancang agar massa penonton tidak terkonsentrasi di satu titik. Kami juga menyiapkan sajian kesenian di sisi barat agar suasana lebih merata,” katanya.

Selain pawai, Rekasadana atau pergelaran menjadi salah satu program utama PKB 2026.

Pergelaran tersebut diarahkan untuk mengimplementasikan tema “Atma Kerthi” sekaligus memperkuat pelestarian seni tradisi Bali yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda UNESCO maupun WBTB Indonesia.

Pada tahun ini, Rekasadana turut diikuti 13 peserta luar Bali yang lolos proses kurasi.

Baca Juga: Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusif, BRI Perkuat Pertumbuhan Berkelanjutan

Peserta berasal dari sejumlah daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Banten, hingga Kalimantan Tengah.

Pemerintah Provinsi Bali juga menyiapkan dukungan pembiayaan bagi sejumlah sanggar seni yang tampil dalam PKB.

Untuk kategori tertentu, bantuan yang diberikan mencapai Rp198 juta per pementasan, sedangkan kategori lain memperoleh Rp98 juta dan Rp31 juta per pertunjukan.

Selain itu, Taman Budaya Provinsi Bali mendapat dukungan dana alokasi khusus untuk pembinaan seni anak-anak yang nantinya ikut tampil dalam PKB.

Baca Juga: Bupati Adi Arnawa Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Peluncuran Pendidikan Antikorupsi

Pada materi Utsawa atau parade, PKB 2026 menghadirkan 12 kategori pertunjukan.

Di antaranya Gong Kebyar Dewasa, Gong Kebyar Wanita, Gong Kebyar Anak-anak, Arja, Janger Remaja, Baleganjur, Wayang Kulit, Joged Bumbung, Ngelawang, Drama Gong, hingga Angklung Kebyar.

“Sebagian besar diikuti seluruh kabupaten/kota se-Bali. Ini menunjukkan antusiasme daerah sangat tinggi,” kata Alit Suryana.

Sementara itu, Wimbakara atau lomba akan mempertandingkan delapan kategori, mulai dari Baleganjur Remaja, Tari Barong Ket, Gender Wayang Anak-anak, Taman Penasar, Mesatua Bali, lomba mewarnai, seni lukis wayang klasik Bali, hingga karya tulis berita kisah bagi wartawan.

PKB tahun ini juga menghadirkan agenda Widyatula dan Sarasehan yang melibatkan perguruan tinggi, budayawan, seniman, Majelis Kebudayaan Bali, serta Majelis Desa Adat.

Di sektor pameran, panitia menghadirkan pameran seni rupa, IKM Bali Bangkit, serta kuliner tradisional Bali.

Baca Juga: Saingi Warga Lokal, Tempat Hiburan di Kuta Utara Pekerjakan Bule

Pameran seni rupa dipusatkan di Gedung Kriya Art Center bersama sejumlah ruang seni lainnya dengan melibatkan perupa lintas generasi.

Sementara itu, Bali World Culture Celebration kembali digelar sebagai ruang pertukaran budaya dunia.

Tahun ini BWCC diikuti 10 peserta internasional dari Timor Leste, Hongkong, India, Korea Selatan, Jepang, China, hingga kelompok seni diaspora Bali di New York.

“BWCC menjadi salah satu upaya memperkuat posisi PKB sebagai perayaan budaya dunia di Bali,” ungkapnya.

Baca Juga: Kasat Pamobvit Polres Gianyar Tekankan Disiplin dan Pelayanan Humanis

PKB 2026 juga menghadirkan Jantra Tradisi Bali yang berfokus pada pelestarian permainan rakyat, olahraga tradisional, pengetahuan tradisional, hingga pengobatan tradisional Bali.

Selain itu, Pemprov Bali akan memberikan penghargaan Adi Sewaka Nugraha kepada 12 tokoh yang dinilai berjasa dalam penguatan dan pemajuan seni tradisional Bali.

Panitia juga menyiapkan sejumlah inovasi dalam penyelenggaraan tahun ini.

Di antaranya percepatan pembayaran seniman yang dilakukan langsung setelah pementasan selesai, penggunaan sistem konsumsi nonpaket guna mengurangi sampah, pengelolaan kebersihan bersama DLHK, sistem stiker kendaraan untuk parkir seniman, hingga dukungan tenaga kesehatan dan event support profesional di setiap lokasi kegiatan.

Dari sisi jumlah peserta, keterlibatan seniman dan kelompok seni mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Untuk Peed Aya saja diperkirakan melibatkan sekitar 3.430 seniman.

Baca Juga: Bangun Motivasi Jajaran, Sekjen Kementerian ATR/BPN Beri Penghargaan kepada Satker Pengelola Kearsipan Terbaik

Rekasadana diikuti sekitar 6.300 seniman, sementara Utsawa Parade melibatkan 7.835 seniman.

Secara keseluruhan, PKB XLVIII Tahun 2026 melibatkan 673 sekaa dan yayasan seni dengan total sekitar 20.929 seniman.

Jumlah tersebut meningkat dibanding PKB 2025 yang melibatkan 562 sekaa dan 14.229 seniman.

“Partisipasi tahun ini meningkat tajam. Ini menunjukkan semangat masyarakat Bali dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya tetap luar biasa,” ucapnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #seniman #pkb #Taman Budaya Bali