BALIEXPRESS.ID - Upaya pemberantasan narkoba di Kabupaten Gianyar terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar bersama Kementerian Agama Kabupaten Gianyar menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Fasilitator Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) secara hybrid, Selasa (19/5).
Sebanyak 290 peserta mengikuti pelatihan secara luring dan daring. Peserta berasal dari unsur BNN, penyuluh agama Kemenag, guru, hingga aparatur sipil negara (ASN). Melalui diklat tersebut, diharapkan semakin banyak lahir penggiat kampanye anti narkotika guna mewujudkan Indonesia Bersinar atau Bersih Narkoba, khususnya di wilayah Gianyar dan Bali pada umumnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Agung Wardhita, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan pelatihan kolaboratif tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara BNNK Gianyar dan Kemenag Gianyar menjadi langkah strategis dalam memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan edukatif, spiritual, dan penguatan karakter masyarakat.
Menurutnya, ancaman narkotika kini semakin kompleks dan menyasar seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda. Karena itu, dibutuhkan keterlibatan tokoh agama, pendidik, penyuluh, serta seluruh elemen masyarakat dalam membangun ketahanan moral dan spiritual.
Baca Juga: Satpol PP Bali Amankan 8 Manusia Silver, Soroti Penghasilan hingga Ratusan Ribu per Hari
Ia juga menyoroti pentingnya peran Kementerian Agama dalam penguatan nilai-nilai keagamaan, moderasi beragama, dan pembentukan karakter yang berlandaskan moral serta etika. Sementara BNNK Gianyar hadir sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan dan rehabilitasi bahaya narkoba.
“Ketika dua kekuatan ini bersatu, maka kita optimis akan lahir agen-agen perubahan yang mampu menjadi pelopor hidup sehat, bersih dari narkoba, dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Bali, Budi Sajidin, saat membuka kegiatan secara daring menegaskan bahwa penanganan narkoba membutuhkan kolaborasi lintas sektoral sebagaimana semangat Asta Cita Presiden RI. Ia menyebut Bali masih menjadi pasar besar peredaran narkotika dengan jaringan yang bergerak mulai dari tingkat lokal, antarprovinsi, hingga internasional. Bahkan, ditemukan indikasi laboratorium narkoba yang melibatkan ahli kimia dan aktivitas produksi narkotika di sejumlah vila di wilayah Gianyar.
Menurut data yang disampaikan BNN Provinsi Bali, kasus narkotika di Bali terus meningkat dan memerlukan perhatian serius. “Sebagai daerah tujuan pariwisata internasional, Bali dinilai memiliki kerawanan tinggi terhadap ancaman narkoba,” ujarnya.
Karena itu, BNN melaksanakan kolaborasi dengan berbagai pihak. “Berbagai langkah pencegahan terus diperkuat, mulai dari penyusunan pararem, penguatan kurikulum anti narkoba sejak dini, hingga program Ananda Bersinar sebagai upaya membangun generasi muda yang sehat dan bebas dari narkotika. Termasuk saat ini dilaksanakan diklat dengan menggandeng Kemenag Gianyar,” pungkasnya.*
Editor : Putu Agus Adegrantika