BALIEXPRESS.ID – Pelaksanaan job fair yang digelar oleh Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangli di PLUT Bangli berlangsung sepi, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan yang dijadwalkan selama dua hari tersebut terlihat sepi, baik dari sisi pencari kerja maupun perusahaan penyedia lowongan kerja.
Job fair ini sejatinya menjadi agenda rutin tahunan pemerintah daerah. Kegiatan ini bertujuan mempertemukan langsung perusahaan dengan pencari kerja.
Baca Juga: Lontar Wrati Sasana: Ajarkan Kepemimpinan Berbasis Etika dan Pengendalian Diri
Dalam pelaksanaannya, partisipasi perusahaan maupun lembaga penyalur kerja masih sangat terbatas.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangli, Ni Luh Ketut Wardani, mengatakan bahwa hanya empat agent penyalur tenaga kerja ke luar negeri dan beberapa Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Bangli yang berpartisipasi pada hari pertama.
Wardani mengakui, sebenarnya mengundang banyak perusahaan untuk ikut terlibat job fair tahun ini.
"Kami sudah menyampaikan undangan ke perusahaan-perusahaan, tetapi karena kesibukan dan berbagai alasan, hanya sedikit yang bisa berpartisipasi," kata Wardani.
Meski demikian, pemerintah berharap kegiatan ini tetap memberi manfaat bagi masyarakat pencari kerja.
Baca Juga: Tembok Penyengker Roboh, Garasi dan Mobil Warga di Sukawati Ikut Tergerus
Pejabat asal Kelurahan Kubu, Bangli ini pun menegaskan, job fair sebenarnya sangat penting, baik itu bagi pencari kerja maupun perusaan yang membutuhkan karyawan.
Lewat job fair ini, pencari kerja berkesempatan mendapat informasi langsung dari perusahaan, bahkan bisa langsung wawancara. "Ke depan kami harapkan bisa lebih banyak," jelasnya.
Ia juga menyinggung kondisi angka pengangguran terbuka di Bangli yang relatif kecil, bahkan terendah di Bali.
Hal ini dipengaruhi oleh dominasi masyarakat yang bekerja di sektor pertanian. “Angka pengangguran tahun ini sekitar 0,74 persen, turun dari tahun sebelumnya 0,75 persen.” jelasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan