Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dindin Supratman Widyaiswara PPSDM BNN, Tekankan Integritas dan Komunikasi Efektif

Putu Agus Adegrantika • Rabu, 20 Mei 2026 | 14:47 WIB
WEBINAR : Pelatihan penggiat P4GN secara webinar dari BNN RI.
WEBINAR : Pelatihan penggiat P4GN secara webinar dari BNN RI.

BALIEXPRESS.ID - Di balik suksesnya pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Gianyar, hadir sosok inspiratif yang membagikan ilmu, pengalaman, serta semangat pengabdian kepada peserta. Ia adalah Dindin Supratman, S.Pd., M.Si, seorang widyaiswara ahli madya dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Badan Narkotika Nasional (BNN) yang dipercaya memberikan materi kepada ASN Kemenag Gianyar dalam diklat penggiat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Lahir di Bandung pada 29 Agustus 1980, Dindin dikenal sebagai figur akademisi sekaligus praktisi pengembangan SDM yang memiliki pengalaman luas di bidang pelatihan aparatur negara. Dengan pangkat Pembina (IV/a), ia kini mengemban amanah sebagai Widyaiswara Ahli Madya pada PPSDM BNN, lembaga yang fokus meningkatkan kompetensi pegawai melalui pendidikan dan pelatihan strategis.

Dalam sesi pelatihan di Kemenag Gianyar, Dindin membawakan materi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas teknis ASN, tetapi juga memperkuat karakter dan kualitas kepemimpinan aparatur. Materi seperti komunikasi efektif, public speaking, hingga microteaching menjadi bekal penting bagi ASN dalam meningkatkan profesionalisme pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Dindin Supratman, pengembangan kompetensi ASN tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan akademik, tetapi juga keterampilan interpersonal dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan zaman. “ASN harus terus belajar, memperkuat integritas, serta meningkatkan kualitas komunikasi agar mampu memberikan pelayanan publik yang optimal,” ujarnya saat memberikan materi kepada peserta diklat ASN Kemenag Gianyar secara daring.

Baca Juga: Liburan Sekolah Lebih Berkesan dengan School Break Holiday Package di Grand Whiz Hotel Nusa Dua
Perjalanan pendidikan Dindin juga menunjukkan dedikasinya terhadap dunia pengembangan sumber daya manusia. Ia menamatkan pendidikan Sarjana (S1) di Universitas Pendidikan Indonesia pada tahun 2005, kemudian melanjutkan pendidikan Magister (S2) di Universitas Indonesia pada tahun 2019.

Tak hanya memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, Dindin juga aktif mengikuti berbagai pelatihan strategis nasional. Beberapa di antaranya yakni Diklat Training of Facilitator (ToF) Prajabatan, Pelatihan Coaching dan Mentoring, ToF PKP/PKA, ToT Taplai Lemhanas, hingga pelatihan manajemen talenta. Ia juga tercatat mengikuti Training of Trainers (ToT) Maheswara dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila.

Pengalaman mengajarnya sebagai widyaiswara pun sangat beragam. Dindin pernah menjadi fasilitator berbagai agenda pelatihan dasar (Latsar), Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP), Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA), serta penguatan materi sejarah kelahiran Pancasila. Keahlian tersebut membuatnya mampu menyampaikan materi secara komunikatif dan mudah dipahami peserta.

Salah satu kekuatan Dindin sebagai pengajar adalah pendekatan pembelajaran yang interaktif dan aplikatif. Ia tidak sekadar menyampaikan teori, tetapi juga mengajak peserta berdiskusi, praktik berbicara di depan publik, hingga simulasi penyampaian pesan yang efektif dalam konteks pelayanan publik.

Kehadiran Dindin Supratman di Kemenag Gianyar menjadi warna tersendiri dalam upaya peningkatan kompetensi ASN. Dengan pengalaman, kapasitas, dan semangat berbagi ilmu yang dimilikinya, ia menjadi salah satu sosok inspiratif yang mendorong lahirnya ASN profesional, adaptif, dan berintegritas di tengah tantangan birokrasi modern.

Narasumber widyaiswara PPSDM BNN, Dindin Supratman menegaskan bahwa investasi terbesar dalam birokrasi adalah membangun kualitas manusia. “ASN yang memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan karakter kuat akan menjadi motor penggerak perubahan pelayanan publik yang lebih baik,” tegasnya. *

Editor : Putu Agus Adegrantika
#bnnk gianyar #Kemenag Gianyar