Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dolar AS Tembus Rp 18 Ribu, Peluang Bali Menarik Lebih Banyak Wisatawan Asing

Rika Riyanti • Jumat, 5 Juni 2026 | 19:38 WIB
Cok Ace Tanggapi Penutupan Akses Jalan oleh GWK
Cok Ace Tanggapi Penutupan Akses Jalan oleh GWK

 

BALIEXPRESS.ID - Melemahnya nilai tukar rupiah hingga kurs dolar Amerika Serikat menembus Rp 18.000 memunculkan berbagai dampak terhadap perekonomian nasional, termasuk sektor pariwisata di Bali.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau yang dikenal sebagai Cok Ace, menilai penguatan dolar AS merupakan bagian dari dinamika ekonomi global yang tidak terlepas dari perkembangan geopolitik internasional.

Menurut Cok Ace, kondisi tersebut dapat memberikan keuntungan bagi sektor pariwisata Bali karena wisatawan mancanegara memiliki kemampuan belanja yang lebih besar saat berkunjung ke Indonesia.

"Kalau dilihat dari sisi ekonomi, kenaikan kurs dolar menguntungkan wisatawan yang datang ke Bali karena daya beli mereka meningkat signifikan," ujar Mantan Wakil Gubernur Bali tersebut.

Baca Juga: Masuki Usia 64 Tahun, Bank BPD Bali Mantapkan Langkah Menuju KBMI 2 dengan Kinerja Positif

Ia menjelaskan, meningkatnya daya beli wisatawan asing berpotensi mendorong minat kunjungan ke Pulau Dewata.

Dengan nilai tukar yang lebih menguntungkan, pengeluaran wisatawan selama berlibur di Bali menjadi relatif lebih murah dibandingkan sebelumnya.

Meski demikian, dampak positif tersebut tidak sepenuhnya dirasakan oleh pelaku usaha pariwisata.

Cok Ace menuturkan, hotel dan restoran tetap memperoleh pendapatan dalam rupiah, sementara sejumlah kebutuhan operasional masih bergantung pada barang impor yang harganya mengikuti kurs dolar.

 

" Kami menggunakan kurs dolar untuk beberapa barang yang harus diimpor," tandasnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#COK ACE #dollar #bali #phri