Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

30 Menit Diskusi di Kediaman Letkol TNI (Purn) Si Made Rai Edi Astawa  

I Ketut Ari Teja • Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:02 WIB
Prof. Sukawati Lanang P. Perbawa (kiri) bersama Letkol TNI (Purn) Si Made Rai Edi Astawa. (Ist)
Prof. Sukawati Lanang P. Perbawa (kiri) bersama Letkol TNI (Purn) Si Made Rai Edi Astawa. (Ist)

BALIEXPRESS.ID-  Pada hari suci Sugian Jawa, saat umat Hindu di Bali mempersiapkan diri lahir dan batin menyambut kesucian hari-hari besar keagamaan, Prof. Sukawati Lanang P. Perbawa, Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar, berkunjung ke kediaman Letkol TNI (Purn) Si Made Rai Edi Astawa di Banjar Lebak, Dalung, Kuta, Badung.

Si Made Rai Edi Astawa, alumni SMA Taruna Nusantara Angkatan V dan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia tahun 2000, menyambut tamunya dengan hangat dan penuh suasana kekeluargaan.

Dalam diskusi singkat selama 30 menit, keduanya bertukar pandangan tentang pendidikan, karakter bangsa, serta masa depan generasi muda Bali dan Indonesia.

Baca Juga: Roadshow 17th SATU Indonesia Awards 2026 Sambangi Banyuwangi, Usung Semangat “Terhubung dalam Aksi” Bersama Generasi Muda

Percakapan itu sederhana, namun sarat makna. Di tengah suasana spiritual Sugian Jawa, lahir sebuah kesadaran bahwa pendidikan bukan sekadar jalan memperoleh ilmu, melainkan sarana membangun manusia yang berkarakter, berbudaya, dan berjiwa patriotik.

Pendidikan adalah pelita yang menerangi jalan menuju kemajuan bangsa.

Seperti cerita rakyat yang diwariskan dari generasi ke generasi, nilai-nilai luhur akan tetap hidup apabila ditanamkan melalui pendidikan.

Baca Juga: Puri Kaleran Kangin Pertanyakan Dasar Pengukuran Ulang Lahan Inkracht di Subak Kerdung, Kantah Denpasar Malah Bungkam

Dari rumah sederhana di Banjar Lebak, tersirat sebuah pesan visioner: Indonesia yang kuat dibangun oleh generasi yang cerdas, berintegritas, dan tetap berakar pada nilai-nilai spiritual serta budaya leluhurnya.

Tiga puluh menit yang singkat itu menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak lahir dari kekayaan atau kekuasaan, melainkan dari pendidikan, disiplin, pengabdian, dan ketulusan dalam melayani masyarakat, bangsa, dan negara.

Sebab, pendidikan adalah kunci keberhasilan, dan karakter adalah pintu menuju kejayaan Indonesia. (*)

Editor : I Made Mertawan
#hindu #denpasar #Universitas Mahasaraswati