BALIEXPRESS.ID – Seorang pedagang sembako bernama Sukaryo harus menjalani perawatan intensif usai menjadi korban penyerangan di Jalan Simpati, Gang Sada Nomor 5, Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, pada Minggu (28/6) sekitar pukul 19.00 WITA. Mata kanannya mengalami cedera berat akibat dilempari menggunakan bongkahan beton.
Dugaan penganiayaan itu kini telah dilaporkan ke Polsek Kuta dan tercatat dalam Surat Tanda Terima Pengaduan Masyarakat (STTPM) Nomor Reg: DUMAS/881/VI/2026/SPKT.UNIT RESKRIM/POLSEK KUTA/RESTA DPS/POLDA BALI. Anak korban, Megawati, mengatakan kondisi ayahnya cukup memprihatinkan.
Menurutnya, benturan keras pada mata kanan menyebabkan kerusakan yang sangat parah hingga organ penglihatan tersebut tidak lagi dapat berfungsi. "Dokter di RS Ngoerah menyarankan agar bola mata kanan diangkat karena dikhawatirkan infeksi dapat menyebar ke mata sebelahnya," ungkap Megawati, Senin (29/6).
Berdasarkan keterangan keluarga, insiden bermula saat Sukaryo bersama istrinya, Hamsari, 55, sedang melayani pembeli di warung sembako milik mereka di Jalan Simpati Nomor 11, Lingkungan Tuban Geriya. Saat itu, seorang pria bersama keponakannya datang untuk berbelanja.
Seusai bertransaksi, Hamsari menegur keponakan pria tersebut karena memegang tali pintu warung yang dikhawatirkan putus.
Teguran itu diduga disalahartikan sehingga memicu emosi pria tersebut yang kemudian meninggalkan lokasi.
Baca Juga: Buntut Kasus TPPO ABK KM Awindo 2A, Propam Polda Bali Proses PTDH Anggota Polairud yang Terlibat
Tidak lama kemudian, pria itu disebut kembali ke warung dan diduga merusak atau mengacak-acak barang dagangan. Ketegangan kembali memuncak ketika ia datang untuk ketiga kalinya dengan membawa bongkahan beton.
Benda keras tersebut diduga dilempar ke arah korban hingga menghantam mata kanan Sukaryo. Akibatnya, korban mengalami luka serius dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Megawati mengaku hingga kini keluarga belum mengetahui keberadaan terduga pelaku.
Menurut informasi yang mereka peroleh, nomor telepon pria tersebut sudah tidak dapat dihubungi. Sementara pesan yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp hanya terbaca tanpa mendapat balasan.
Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.
Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, membenarkan bahwa proses penyelidikan masih terus berlangsung.
"Masih dalam penyelidikan intens Polsek Kuta dan gabungan dengan Polresta," tandasnya. (*)
Editor : I Gede Paramasutha