BALIEXPRESS.ID-Dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto disampikan dalam aksi unjuk rasa di kawasan Renon, Denpasar, Selasa (30/6). Namun, di balik dukungan tersebut, massa juga mengingatkan Pemerintah Provinsi Bali agar tidak mengabaikan persoalan sampah yang dinilai semakin mendesak bagi keberlanjutan pariwisata Pulau Dewata.
Aksi yang diikuti berbagai komunitas masyarakat dari sejumlah daerah di Bali dimulai dengan long march dari Lapangan Renon menuju Kantor DPRD Bali, kemudian dilanjutkan ke Kantor Gubernur Bali. Massa membawa spanduk berisi dukungan terhadap program pemerintah pusat sekaligus menyampaikan aspirasi terkait sejumlah persoalan daerah.
Koordinator Lapangan Denpasar Utara, I Ketut Artawal, mengatakan masyarakat mendukung keberlanjutan Program MBG karena dinilai memberikan manfaat bagi pemenuhan gizi anak-anak sekolah. Namun, ia menilai pelaksanaan program di lapangan masih memerlukan penyempurnaan agar manfaatnya benar-benar dirasakan.
"Tujuan kami memberikan dukungan kepada Bapak Prabowo Subianto. Kami juga ingin Bali tetap aman dan kondusif. Selain itu kami berharap program MBG tetap berlanjut dan tata kelolanya semakin baik," ujarnya.
Menurut Artawal, salah satu aspek yang perlu dibenahi adalah sistem distribusi makanan. Ia berharap makanan yang diterima siswa tetap dalam kondisi layak konsumsi sehingga tujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik dapat tercapai secara optimal.
Selain mendukung MBG, massa menjadikan persoalan sampah sebagai isu utama yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah. Mereka menilai pengelolaan sampah di Bali tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga menentukan citra Bali sebagai destinasi pariwisata internasional yang mengandalkan kualitas lingkungan sebagai daya tarik utama.
"Harapan kami persoalan sampah bisa dikendalikan dengan baik oleh pemerintah daerah. Bali adalah daerah pariwisata sehingga kebersihan harus menjadi prioritas," kata Artawal.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan di Bali tidak hanya diukur dari keberhasilan menjalankan program nasional, tetapi juga dari kemampuan pemerintah daerah menjaga kualitas lingkungan yang menjadi penopang utama sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Artawal menyebut peserta aksi berasal dari berbagai komunitas masyarakat, termasuk kelompok yang terlibat dalam penyelenggaraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program MBG, serta masyarakat dari sejumlah kabupaten dan kota di Bali.
Setelah menyampaikan aspirasi di depan Kantor DPRD Bali, massa melanjutkan aksi ke Kantor Gubernur Bali. Namun, mereka tidak dapat berdialog langsung dengan pemerintah daerah karena gerbang kantor gubernur dalam kondisi tertutup dan tidak ada perwakilan pemerintah yang menemui peserta aksi.
Meski demikian, aksi berlangsung tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Editor : Wiwin Meliana