Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kresna Duta Durjana, Pementasan Wayang Kulit Badung Angkat Pesan Menghargai Atman

Putu Resa Kertawedangga • Selasa, 7 Juli 2026 | 16:12 WIB
Penampilan Sanggar Seni Dhanan Jaya sebagai Duta Kabupaten Badung yang tampil dalam Parade Wayang Kulit di Depan Gedung Kria, Taman Budaya Art Center Denpasar, Senin (6/7). (ist)
Penampilan Sanggar Seni Dhanan Jaya sebagai Duta Kabupaten Badung yang tampil dalam Parade Wayang Kulit di Depan Gedung Kria, Taman Budaya Art Center Denpasar, Senin (6/7). (ist)

BALIEXPRESS.ID - Sanggar Seni Dhanan Jaya, Banjar Pengayehan, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi tampil maksimal dalam Utsawa (Parade) Wayang Kulit dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 di Depan Gedung Kria, Taman Budaya Art Center Denpasar, Senin (6/7).

Penampilan Duta Kabupaten Badung ini melibatkan 29 seniman.

Dalam pementasan ini Sanggar Seni Dhanan Jaya menampilkan garapan wayang kulit klasik yang berjudul Kresna Duta Durjana.

Baca Juga: Yang Tidak Boleh Diserahkan kepada AI

Kresna Duta Durjana menggambarkan kisah dalam perang Mahabarata yakni dilemanya Maha Raja Yudistira karena harus berperang melawan saudara, keluarga dan gurunya sendiri.

Atas desakan Bima dan nasehat dari Prabu Kresna, Maha Raja Yudistira diyakinkan bahwa kejahatan harus ditumpas demi tegaknya dharma.

Puncak dari cerita Kresna Duta Durjana yakni ketika Kresna menegaskan kepada Yudistira bahwa yadnya dari seorang ksatria adalah dalam perjalanan menuju kematian yang paling utama.

Baca Juga: Jika AI Bisa Menjawab Semua, Apa yang Harus Diajarkan Sekolah?

Kemudian untuk memuliakan atman seorang kstriya adalah mati dalam peperangan.

Dalang sekaligus Ketua Sanggar Dhanan Jaya, I Made Ariawan menyampaikan, alasan dibalik cerita Kresna Duta Durjana dikarenakan sesuai dan selaras dengan tema Pesta Kesenian Bali ke -48 yakni Atma Kerthi.

"Karena sang ksatria yadnya-nya adalah di medan perang.  Mati mendapatkan swarga, hidup akan mendapatkan kejayaan. Maka dari itu, sang ksatria tidak boleh mundur dalam medan peperangan. Hidup dan mati harus dipertaruhkan di sana. Begitu juga dalam tema Atma Kerthi ini, kita harus memberikan jalannya atma bagaimana perjalanan atma itu agar menemukan tempat yang terbaik,” ujar Ariawan.

Baca Juga: Positif Narkoba saat Sidak Tes Urine, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali

Pihaknya menuturkan, pesan dari cerita Kresna Duta Durjana dalam kehidupan, yakni untuk menghargai dan menyayangi atman.

Hal ini pun berlaku ketika semasih berada di dalam maupun ketika lepas dari badan manusia.

"Di sini  banyak ada petuah bagaimana cara kita menyayangi badan kita, atman yang ada dalam diri, dan juga bagaimana menyiapkan perjalanan atman ketika sudah lepas dari badan kita sendiri,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Sukadana menegaskan, dukungan penuh dari pemerintah untuk seniman-seniman Badung yang pentas di ajang PKB 2026.

"Pemerintah Kabupaten Badung pasti selalu mensupport penuh seniman terkait dengan pelestarian seni, tradisi, dan budaya di Bali,” ujar Sukadana.

Pihaknya pun menerangkan, kesenian wayang yang sarat dengan nilai filosofis dalam membangun sebuah karakter yang perlu dijadikan acuan oleh masyarakat.

"Ketika berbicara masalah wayang, di sana banyak filosofis-filosofis hidup yang perlu dijadikan acuan oleh krama Badung dan termasuk juga di dalamnya generasi muda Badung untuk membangun sebuah karakter, ya. Untuk membangun sebuah karakter yang bisa mencintai yang telah diwariskan oleh leluhur kita, agar kita juga sebagai generasi muda bisa melestarikan". Tutup I Gede Sukadana. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#wayang kulit #badung #pkb