BALIEXPRESS.ID- Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bangli memanen sekitar 30 kilogram sawi hijau dari lahan pertanian seluas kurang lebih 2 are, Selasa (7/7/2026).
Hasil panen tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan sekaligus mendukung upaya ketahanan pangan.
Sawi hijau itu dibudidayakan oleh warga binaan. Sayuran itu dipanen setelah sekitar tiga minggu masa tanam.
Baca Juga: Pria di Kintamani Kurung Diri Bawa Sabit Sempat Live TikTok, Polisi Turun Tangan
Selain menjadi sarana pembinaan, kegiatan pertanian tersebut juga memberikan keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah bebas nanti.
Sebagian hasil panen digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan di dapur Rutan Bangli sehingga dapat diolah menjadi menu konsumsi bagi warga binaan.
Sementara sisanya dipasarkan kepada pedagang di luar rutan sebagai upaya memberikan nilai tambah dari hasil pembinaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Bangli, Resnu Parada Andhika, mengatakan pembinaan di bidang pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan warga binaan, tetapi juga menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.
"Selain mendukung ketahanan pangan di lingkungan rutan, hasil panen juga mampu membantu memenuhi kebutuhan dapur serta memiliki nilai ekonomi melalui penjualan kepada masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, program pembinaan berbasis pertanian akan terus dikembangkan sebagai salah satu bentuk pembinaan yang produktif.
Selain mendukung ketahanan pangan di lingkungan rutan, kegiatan tersebut diharapkan mampu membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat saat kembali ke masyarakat.
“Harapannya, keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat menjadi bekal positif ketika kembali ke tengah masyarakat," harapnya. (*)
Editor : I Made Mertawan