Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

PETAKERTA Jadi Kompas Pembangunan Banjar Kemenuh Kangin, 184 KK Didata dari Rumah ke Rumah

Putu Agus Adegrantika • Senin, 13 Juli 2026 | 17:23 WIB
DIDATA :  Pendataan Pemetaan Terpadu untuk Keluarga Sejahtera di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati. 
DIDATA :  Pendataan Pemetaan Terpadu untuk Keluarga Sejahtera di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati. 

BALIEXPRESS. ID – Posyandu tidak lagi sekadar identik dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Di Banjar Kemenuh Kangin, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Posyandu tampil sebagai motor penggerak pembangunan berbasis data melalui inovasi PETAKERTA (Pemetaan Terpadu untuk Keluarga Sejahtera).


Sepanjang Mei hingga Juni 2026, Kader Posyandu 6 SPM bersama kader Dasawisma PKK turun langsung menyambangi rumah-rumah warga untuk mendata sebanyak 184 kepala keluarga (KK). Pendataan dilakukan secara jemput bola guna memperoleh gambaran riil kondisi masyarakat sekaligus menghimpun berbagai aspirasi warga yang nantinya menjadi bahan usulan dalam Musyawarah Desa (Musdes) Kemenuh.


Kelian Banjar Dinas sekaligus Ketua Posyandu Banjar Kemenuh Kangin, I Putu Gede Raka, menegaskan bahwa pembangunan yang efektif harus bertumpu pada data yang akurat, bukan sekadar asumsi. Karena itu, pihaknya berinisiatif menghadirkan PETAKERTA sebagai instrumen pemetaan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.


“Pembangunan harus berbasis data, bukan asumsi. Berbagai program pemerintah hendaknya benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warga. Karena itu kami ingin mengetahui langsung kondisi masyarakat sekaligus mendengar aspirasi mereka,” ujarnya, Senin (13/7). 

Baca Juga: Bupati Adi Arnawa Apresiasi PU Fraksi DPRD, Siapkan Langkah Cepat Atasi Kemacetan dan Sampah


Melalui PETAKERTA, data yang dihimpun tidak hanya menyangkut aspek sosial ekonomi keluarga, tetapi juga kesehatan, pendidikan, sanitasi, lingkungan, hingga partisipasi sosial masyarakat. Pendataan ini sekaligus menjadi ruang dialog untuk menjaring berbagai keluhan, kritik, masukan, dan harapan warga terhadap pelayanan publik.


Hasilnya, sejumlah persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat mulai terpetakan dengan jelas. Warga mengeluhkan layanan air PDAM yang kerap mengalami gangguan, masih adanya akses gang lingkungan berupa jalan tanah yang membutuhkan perbaikan, serta distribusi bantuan sosial yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran.


Selain itu, minimnya penerangan jalan di beberapa titik lingkungan juga menjadi perhatian masyarakat. Kondisi tersebut dinilai perlu segera mendapat penanganan guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan warga, terutama pada malam hari.


Persoalan lingkungan juga mencuat dalam pendataan. Masyarakat mengusulkan program pembersihan dan penggelontoran sungai atau pangkung secara berkala untuk menjaga kelancaran aliran air sekaligus mencegah pencemaran. Warga juga berharap adanya normalisasi drainase yang sering tersumbat dan memicu genangan saat musim hujan.


Tak hanya itu, berbagai gagasan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat turut mengemuka, mulai dari bantuan teba modern, pembangunan lubang resapan biopori, penyediaan tempat sampah terpilah, hingga bantuan pembangunan WC bagi warga yang membutuhkan. Pengendalian populasi anjing liar juga menjadi salah satu aspirasi yang banyak disampaikan warga.


Sebagai bentuk komitmen mendekatkan layanan kepada masyarakat, Posyandu Banjar Kemenuh Kangin juga meluncurkan layanan pengaduan berbasis WhatsApp bertajuk “Lapor 6 SPM”. Melalui layanan ini, masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan secara lebih cepat dan mudah.

 Inovasi PETAKERTA dan Lapor 6 SPM diharapkan menjadi langkah nyata memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat sekaligus memastikan pembangunan desa berjalan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. *

Editor : Putu Agus Adegrantika
desa kemenuh pembangunan