Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Anjing Diduga Rabies Gigit Tiga Orang di Bangli, Salah Satunya Turis Tiongkok

I Made Mertawan • Selasa, 14 Juli 2026 | 20:05 WIB
Ilustrasi anjing galak.
Ilustrasi anjing galak.

BALIEXPRESS.ID Seekor anjing yang diduga terinfeksi rabies menggigit tiga orang di Kabupaten Bangli, Senin (13/7/2026) sore.

Salah satunya merupakan turis perempuan asal Tiongkok.  Mereka telah mendapatkan vaksin antirabies (VAR).

Korban pertama, Ni Luh Pitriani, 43, diserang sekitar pukul 16.00 Wita saat berdiri di depan warungnya di kawasan LC Uma Aya, Lingkungan Sedit, Kelurahan  Bebalang.

Baca Juga: Bahas SiLPA, Komisi III DPRD Badung Gelar Raker

Istri Kepala Lingkungan Sedit, I Made Sujana Arta, itu mengaku tidak sempat menghindar ketika anjing berwarna putih tersebut tiba-tiba menyerangnya.

"Anjingnya langsung lompat ke saya," ujar Pitriani saat ditemui pada Selasa (14/7/2026).

Sebelum kejadian, Pitriani melihat anjing itu berlari dari arah barat karena sempat diduga hendak menyerang warga lain hingga disemprot air.

Baca Juga: Belasan Ribu Peserta Didik Baru di Badung Ikuti MPLS Ramah

Namun, anjing yang diketahui peliharaan salah satu warga LC Uma Aya itu justru menyerang Pitrianj. Anjing menggigit lengan kanannya.

Saat berusaha menyelamatkan diri, Pitriani terjatuh sehingga mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh.

Baca Juga: Remaja Asal Dalung yang Terseret Arus di Pantai Megada Ditemukan Tewas

Anjing itu bahkan terus mengejarnya hingga dia masuk rumah. "Saya sampai tutup pintu. Anjing baru lari setelah dikejar anjing saya," katanya.

Usai menggigit Pitriani, anjing tersebut kembali berlari. Warga LC Uma Aya sempat melakukan pengejaran, tetapi kehilangan jejak.

Kepala Lingkungan Sedit I Made Sujana Arta mengatakan, sejak pagi dirinya sudah menerima laporan adanya seekor anjing yang bertengkar dengan beberapa anjing lain.

Curiga rabies, ia  bersama warga sempat melakukan pencarian, tetapi tidak berhasil menemukannya. "Sorenya malah istri saya digigit, langsung ajak mencari vaksin," ujarnya.

Pada hari yang sama, anjing tersebut  berhasil ditangkap warga di wilayah Kelurahan Kawan setelah kembali dilaporkan menggigit dua orang lainnya, yakni Ni Ketut Suciasih, 54, warga Bebalang yang digigit di rumahnya dengan Rutan Bangli.

Satu lagi seorang wisatawan perempuan asal Tiongkok Li Qiujun digigit di depan sebuah toko modern di seberang RSUD Bangli, Jalan Brigjen Ngurah Rai.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, membenarkan anjing diduga rabies menggigit sejumlah warga Bangli termasuk seorang wisatawan. Menurutnya, status rabies pada anjing itu masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Namun, berdasarkan kronologi dan gejala yang muncul, anjing tersebut diduga kuat positif rabies.

Sarma menambahkan, anjing itu sebenarnya telah divaksin oleh pemiliknya sehari sebelumnya, namun vaksin tidak lagi efektif karena diduga hewan tersebut sudah terpapar virus rabies sebelum divaksin. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
turis tiongkok rabies bangli