Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

SDN 1 Sukawana Hanya Dapat 6 Siswa Baru, Kekurangan Guru Pengaruhi Kepercayaan Orang Tua

I Made Mertawan • Rabu, 15 Juli 2026 | 06:23 WIB
Kegiatan MPLS di SDN 1 Sukawana berjalan seperti biasa meski jumlah muridnya minim. (Ist)
Kegiatan MPLS di SDN 1 Sukawana berjalan seperti biasa meski jumlah siswanya minim. (Ist)

BALIEXPRESS.ID – SDN 1 Sukawana menjadi salah satu sekolah di Kabupaten Bangli yang minim siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. 

Sekolah yang berlokasi di Banjar Kuta Dalem, Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani itu hanya mendapat enam siswa baru, jauh di bawah kuota yang disediakan sebanyak 28 orang.

Kepala SDN 1 Sukawana, I Gusti Made Astawa, mengatakan kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi. 

Baca Juga: Pemerintah Perkuat Pencegahan PHK Lewat Satgas PHK, Magang, dan Vokasi

Jumlah peserta didik baru di sekolahnya selalu berada di bawah 10 orang terjadi sejak sekolah mengalami kekurangan tenaga pendidik sekitar tiga tahun lalu.

Saat itu sekolah hanya memperoleh siswa baru, kemudian meningkat menjadi tujuh orang pada tahun berikutnya, dan tahun ini kembali turun menjadi enam orang. "Sekarang enam siswa baru," kata Astawa, Selasa (14/7/2026).

Astawa menjelaskan, saat ini SDN 1 Sukawana memiliki lima guru kelas, terdiri atas tiga ASN dan dua guru honorer.

Baca Juga: Anjing Diduga Rabies Gigit Tiga Orang di Bangli, Salah Satunya Turis Tiongkok

Jumlah tersebut belum memenuhi kebutuhan minimal agar setiap kelas memiliki satu guru.

Selain itu, sekolah juga memiliki seorang guru Pendidikan Agama Hindu dan seorang guru PJOK, namun guru PJOK saat ini mengalami gangguan kesehatan.

Baca Juga: Bahas SiLPA, Komisi III DPRD Badung Gelar Raker

Meski jumlah guru kini lebih banyak dibandingkan beberapa tahun lalu, Astawa menilai kondisinya belum cukup untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Banyak orang tua tetap memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah lain yang letaknya lebih jauh karena dianggap memiliki kualitas pendidikan yang lebih baik.

"Bagaimanapun, dengan tenaga pendidik yang minim tidak bisa meningkatkan kualitas sesuai harapan orang tua," ujarnya.

Persoalan kekurangan guru, lanjut Astawa, sudah berulang kali disampaikan kepada pemerintah desa maupun Dinas Pendidikan, namun hingga kini belum ada penambahan tenaga pendidik yang signifikan.

Ia berharap kondisi tersebut mendapat perhatian, sehingga penerimaan siswa baru pada tahun ajaran mendatang bisa meningkat. 

Di sisi lain, jumlah siswa yang sedikit diharapkan membuat proses pembelajaran lebih optimal karena guru dapat memberikan perhatian lebih kepada setiap murid.

Dikonfirmasi terpisah, Perbekel Sukawana, I Wayan Mister, mengaku telah mengimbau warga agar menyekolahkan anak di sekolah terdekat.

Keputusan orang tua tetap dipengaruhi pertimbangan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, sekolah yang dinilai memiliki mutu lebih baik tetap menjadi pilihan meski lokasinya lebih jauh. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
sekolah minim murid SDN 1 Sukawana bangli