BALIEXPRESS.ID - Selain pembangunan trem, moda transportasi lain pun akan disiapkan Pemkab Badung guna mengurangi kemacetan.
Rencananya akan dilakukan pembangunan tol laut dengan kerjasmaa pemerintah pusat melalui Kementerian Peruhubungan (Kemenhub).
Pemkab Badung pun kini menyiapkan lahan di Pantai Sekeh, Kelurahan Kuta dan Pantai Perancak, Desa Tibubeneng, Kuta Utara.
Baca Juga: Obligasi Daerah Pemkab Badung, Dirancang Biayai Pembangunan Infrastruktur
Sedangkan pembangunan pelabuhan untuk menampung water taxi tersebut akan dilakukan oleh pemerintah pusat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Badung, Ida Bagus Surya Suamba mengatakan, saat ini progres pembangunan masih berada pada tahapan penetapan lahan.
Pemkab Badung mendapat tugas menyiapkan lahan sesuai konsep yang telah disusun pemerintah pusat.
Baca Juga: Dana Hibah di Bangli Tersendat, 90 Persen Belum Ada Kejelasan hingga Agustus
Selanjutnya pembangunan pelabuhan akan menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kemenhub.
“Progresnya masih proses penetapan lahan. Dalam waktu dekat ada pembahasan bersama Pak Gubernur yang dihadiri Bupati, Wakil Bupati dan OPD terkait untuk membahas kesiapan proyek ini," ujar Surya Suamba, Jumat (7/8).
Pemkab Badung pun menyiapkan lahannya sesuai konsep dari pusat yang diarahkan di kawasan pesisir.
Baca Juga: Sekapati APBD Rp 14,2 Triliun, DPRD Badung Minta Utamakan Manfaat untuk Masyarakat
Untuk water taxi direncanakan ada dua pelabuhan yang dibangun pemerintah pusat, yakni di Pantai Sekeh dan Pantai Perancak.
Surya Suamba menjelaskan, pembangunan dua pelabuhan tersebut menjadi bagian dari sistem transportasi publik terintegrasi yang tengah disiapkan di Badung.
“Nantinya, pelabuhan akan terhubung dengan jaringan transportasi darat berupa trem yang juga dirancang melintasi kawasan pesisir," ungkapnya.
Selain itu, Surya Suamba mengaku, konsep transportasi laut yang disiapkan tidak hanya melayani penyeberangan antar pelabuhan, tetapi juga akan diintegrasikan dengan moda transportasi darat.
Penumpang yang tiba di pelabuhan nantinya dapat langsung berpindah ke trem yang akan dibangun, maupun layanan feeder berbasis kendaraan listrik menuju berbagai kawasan wisata.
“Konsepnya adalah transportasi yang saling terintegrasi. Orang turun dari kapal, langsung tersedia trem maupun feeder, sehingga perpindahan antarmoda menjadi lebih mudah dan efisien," terang mantan Kadis PUPR Badung tersebut.
Lebih lanjut, dirinya menambahkan, Pemkab Badung menilai pengembangan transportasi publik terpadu menjadi kebutuhan mendesak untuk mengurangi kemacetan di kawasan pariwisata.
Pembangunan jalan saja pun dinilai tidak akan mampu mengimbangi pertumbuhan aktivitas wisata, tanpa didukung sistem angkutan umum yang modern dan terintegrasi.
“Setelah kesiapan lahan terpenuhi, pemerintah pusat akan melanjutkan pembangunan. Ya mudah - mudahan setelah itu segera dibangun," jelasnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga