Terbentuk 2020, Perseden Aloemni Jadi Komunitas Mantan Pemain hingga Suporter

Putu Resa Kertawedangga • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 16:49 WIB
Komunitas Perseden Aloemni yang menggelar fun footbal di Lapangan Ida Cokorda Pemecutan, Denpsar, Sabtu (19/9). (ist)
Komunitas Perseden Aloemni yang menggelar fun footbal di Lapangan Ida Cokorda Pemecutan, Denpsar, Sabtu (19/9). (ist)

BALIEXPRESS..ID - Komunitas fun footbal yang memiliki kecintaan terhadap Perseden Denpasar telah membentuk sebuah wadah guna menjalin silaturahmi.

Mereka menyebut dirinya Perseden Aloemni yang terdiri dari beberapa mantan pemain tim tersebut.

Komunitas yang terbentuk pada tahun 2020 ini pun bukan hanya dari pemain inti tim yang bernaung di Kota Denpasar, namun ada juga suporter dan fans fanatik sejak lama.

Baca Juga: Kuliner Be Keren Warisan Kerajaan Bangli

Komunitas ini pun terbentuk untuk menyalurkan hobi dan menjaga ikatan pencinta Perseden lintas generasi.

Ketua Perseden Aloemni, Anak Agung Ngurah Garga Chandra Gupta, atau yang akrab disapa Turah Mantri mengatakan, komunitas tersebut awalnya hanya memiliki sekitar 15 orang anggota.

Namun, seiring berjalannya waktu semakin banyak yang bergabung, hingga kini memiliki sekitar 50 anggota.

Baca Juga: Entil Sanda, Bekal dari Lereng Batukaru yang Kini Jadi Kuliner Tradisional Tabanan

“Awalnya kita hanya fun football. Dalam pelaksanaannya berkembang. Bukan hanya mantan pemain bola, tetapi teman-teman yang fanatik terhadap Perseden juga kita gabungkan," ujar Turah Mantri di sela-sela kegiatan menyambut HUT Perseden Aloemni ke-6 di Lapangan Ida Cokorda Pemecutan, Denpasar, Sabtu (19/9).

Pihaknya menyebutkan, komunitas ini pun terbentuk bukan sekedar dari mantan pemain Perseden.

Terlebih siapa pun yang memiliki kecintaan terhadap Perseden, seperti suporter hingga tim penggembira dapat bergabung.

Baca Juga: Menjaga Tradisi Sulam Kasab Aceh di Tengah Modernisasi Bersama Holding Ultra Mikro BRI Group

Sebab bagi mantan pemain Perseden era tahun 1998 ini, keanggotaan tidak hanya terbatas kepada mereka yang pernah memperkuat tim sebagai pemain.

“Pokoknya yang fanatik dulu kepada Perseden kita ajak. Kadang orang berpikir, ‘Kok dia bukan pemain Perseden dulu?’ Tapi dia kan suporter Perseden dulu," ungkap pria yang sempat menjabat sebagai Askot PSSI Denpasar tersebut.

Sejak berdiri, Perseden Aloemni rutin menggelar kegiatan sepak bola. Dalam sebulan, komunitas ini rata-rata bermain tiga kali.

Pertandingan digelar pada hari Sabtu, agar para anggota tetap memiliki waktu bersama keluarga pada Minggu.

Perseden Aloemni pun rutin melakukan tur sepak bola ke luar daerah untuk bermain sepakbola.

Hingga kini, kegiatan tur tersebut telah dilakukan sebanyak tujuh kali,  bahkan terjauh menjangkau Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Dalam setiap kegiatan, Turah Mantri menilai, bukan hanya pertandingan yang menjadi tujuan.

"Kebersamaan dan kepedulian antaranggota juga menjadi bagian penting dari komunitas tersebut," paparnya.

Perseden Aloemni kemudian menetapkan 20 September sebagai hari jadi komunitas.

Tanggal tersebut dipilih bukan untuk mengabadikan semangat para anggota, lantaran bertepatan dengan Hari Puputan Badung.

Selain menjadi wadah silaturahmi, Perseden Aloemni juga ikut memberi perhatian terhadap pembinaan sepakbola generasi muda.

Sejumlah anggota komunitas merupakan pelatih yang masih aktif. Bahkan, Turah Mantri sendiri memiliki sekolah sepakbola (SSB).

"Pelatih-pelatih yang masih aktif sekarang ikut bergabung. Saya sendiri punya SSB. Pelatih-pelatihnya ada di komunitas kita ini," ucapnya yang kini masih aktif bermain sepakbola.

Turah Mantri yang juga sempat bermain di Gelora Dewata juga mengaku, terbentuknya komunitas ini lantaran kecintaannya terhadap Perseden.

Kini Perseden Aloemni terus menjaga eksistensinya melalui kegiatan sepak bola dan kebersamaan.

“Komunitas ini menjadi wadah bagi semua yang pernah berada di lapangan maupun di luar lapangan. Kita di sini memiliki satu ikatan yang sama, yakni kecintaan terhadap Perseden Denpasar," jelasnya.

Sementara Kepala Kantor PT Taspen (Persero) Cabang Denpasar, Frans Manaksak Siburian menyatakan, dirinya melihat kekompakan, silaturahmi, kebersamaan alumni Perseden yang sangat baik.

Ia pun menilai, suasana hangat seperti yang dilakukan para alumni Perseden ini jarang ditemui.

Terlebih mantan pemain biasanya akan sibuk dengan kegiatannya sebdiri pasca memperkuat tim.

“Sekarang Perseden ini bikin komunitas untuk alumni-alumninya, bisa bergabung, bersilaturahmi lagi, bisa bikin pertandingan-pertandingan fun untuk menjalin silaturahmi, untuk mengenang masa-masa bermain dulu. Ya, kalau tidak ada kendala, kami juga akan mempersiapkan tim untuk sparing dengan alumni Perseden ini ke depannya," ujar Frans yang juga ikut dalam pertandingan. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
Perseden suporter sepakbola denpasar tim