Tingkatkan Budaya Membaca, Diskerpus Badung Bangun Taman Literasi

Putu Resa Kertawedangga • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 15:42 WIB
Kadiskerpus Badung, Ida Ayu Yutri Indahgustari. (ist)
Kadiskerpus Badung, Ida Ayu Yutri Indahgustari. (ist)

BALIEXPRESS.ID - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskerpus) Kabupaten Badung kini menyiapkan Taman Literasi Wali Pustaka Sastra untuk ruang literasi dengan suasana berbeda.

Taman ini akan dibangun di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, tepatnya di belakang Gedung Layanan Perpustakaan Sastra Mangutama.

Lokasi ini dipilih karena berada di atas aset tanah milik daerah yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Baca Juga: Perluas Penerangan, Dishub Badung Bakal Pasang 2.365 LPJ

Kadiskerpus Badung, Ida Ayu Yutri Indahgustari mengatakan, dengan adanya Taman Literasi Wali Pustaka Sastra membaca buku nantinya tidak harus di dalam ruangan.

Hal ini juga sekaligus menjadi ruang interaksi bagi masyarakat. 

“Kami ingin menghadirkan ruang literasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Membaca tidak harus selalu dilakukan di dalam gedung, tetapi bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan, santai, sekaligus membuka ruang untuk berinteraksi,” ujar Yutri Indahgustari, Rabu (7/10).

Baca Juga: Desain Water Taxi Berbeda, Pemkab Badung Upayakan Pantai Tetap Alami

Pihaknya menyebutkan, Taman Literasi Wali Pustaka Sastra ini dirancang sebagai ruang publik terbuka hijau yang terintegrasi dengan teknologi.

Masyarakat nantinya dapat membaca dan berkegiatan sambil menikmati suasana hijau dan nyaman.

"Taman ini juga dirancang agar dapat diakses oleh berbagai kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Prinsip aksesibilitas menjadi bagian dari konsep ruang publik agar fasilitas literasi dapat dimanfaatkan secara lebih inklusif,” ungkapnya.

Baca Juga: Isuzu Panther Terguling di Jembatan Suramadu, 3 Orang Luka Ringan

Yutri Indahgustari menegaskan, taman ini bukan untuk menggantikan fungsi Gedung Layanan Perpustakaan Sastra Mangutama.

Kehadirannya justru menjadi ruang alternatif yang melengkapi layanan perpustakaan konvensional.

Jika perpustakaan utama menjadi tempat masyarakat mencari ilmu secara terstruktur, taman literasi diarahkan untuk membangun budaya membaca sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

“Literasi itu bukan hanya kebutuhan pelajar. Anak-anak, remaja, orang dewasa sampai lansia memiliki kebutuhan belajar sepanjang hayat. Karena itu, ruang yang kami bangun harus bisa digunakan bersama,” jelasnya.

Untuk menunjang aktivitas masyarakat, Taman Literasi akan dilengkapi sejumlah fasilitas.

Salah satunya ruang komunal yang dapat digunakan untuk berinteraksi, berdiskusi, berbagi gagasan hingga membangun komunitas.

"Selain itu, terdapat ruang service atau layanan yang mendukung operasional taman, mulai dari pendaftaran, informasi, peminjaman dan pengembalian buku, pengelolaan koleksi hingga pengawasan fasilitas digital dan keamanan Kawasan,” paparnya. 

Diskerpus Badung juga menyiapkan ruang khusus bagi anak-anak dan remaja.

Ruang tersebut diharapkan menjadi tempat yang nyaman untuk membaca sekaligus melakukan berbagai aktivitas.

Ada juga panggung terbuka yang dapat digunakan untuk storytelling, pentas seni, bedah buku hingga pemutaran film edukasi.

Area panggung pun akan dilengkapi dukungan pencahayaan dan akses listrik untuk menunjang kegiatan yang membutuhkan perangkat tambahan.

Pemanfaatan teknologi juga nantinya dapat dikolaborasikan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Badung.

“Kami siapkan agar kegiatan literasi tidak berhenti pada membaca buku. Ada diskusi, seni, storytelling dan berbagai kegiatan kreatif yang bisa mempertemukan masyarakat dalam satu ruang,” terangnya.

Lebih lanjut, Yutri Indahgustari menambahkan, taman tersebut terbuka untuk seluruh masyarakat, bukan hanya pelajar.

Konsep inklusif menjadi dasar pembangunan agar fasilitas ini dapat dimanfaatkan berbagai kelompok usia.

"Pembangunan Taman Literasi Wali Pustaka Sastra ditargetkan rampung pada akhir 2026. Berdasarkan roadmap pembangunan, penyerahan bangunan dari kontraktor kepada Diskerpus Badung direncanakan pada 7 Desember 2026,” imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
perpustakaan badung literasi