Pemkab Badung Diminta Berupaya Tingkatkan Kunjungan Museum Yadnya

Putu Resa Kertawedangga • Dipublikasikan Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:13 WIB
uasana Museum Yadnya yang mendapatkan kunjungan dari siswa di Kabupaten Badung. (Resa Kertawedangga/Bali Express)
uasana Museum Yadnya yang mendapatkan kunjungan dari siswa di Kabupaten Badung. (Resa Kertawedangga/Bali Express)

BALIEXPRESS.ID - Pemkab Badung selaku pemilik Museum Yadnya di dekat Pura Taman Ayun diharapkan melakukan upaya meningkatkan kunjungan wisatawan.

Hal ini lantaran museum tersebut dinilai mempermudah promosi budaya di Badung.

Harapan ini disampaikan langsung oleh Raja Mengwi, Ida Cokorda Mengwi XIII, belum lama ini.

Baca Juga: Selama Dua Tahun UMKM Badung Meningkat Drastis

Menurutnya, perlu adanya terobosan dalam menarik kunjungan ke Museum Yadnya.

Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung pun diharapkan dapat melakukan sejumlah upaya.

"Kita berharap adanya museum bisa menunjang wisatawan. Bahkan perlu adanya terobosan-terobosan agar menarik wisatawan," ujar Cokorda Mengwi.

Baca Juga: Kementerian ATR/BPN Finalisasi Penjenjangan Kinerja untuk Perkuat Manajemen Kinerja Organisasi

Pihaknya menyebutkan, Museum Yadnya yang lokasinya sebelah barat pura Taman Ayun pun diharapkan tidak hanya menyasar wisatawan asing.

Namun dalam pengembangannya dapat dibuat kawasan budaya. Hal ini untuk menjaga dan mengenalkan budaya-budaya yang ada di Badung khususnya prosesi upacara atau yadnya.

"Museum itu harus ada, museum ogoh-ogoh, museum subak, museum Yadnya. Karen museum tidak hanya untuk wisatawan, untuk kita pun sangat bermanfaat untuk pembelajaran pada diri kita," ungkapnya.

Baca Juga: Fraksi Gerindra-PSI Soroti Ketimpangan Ekonomi dan Penurunan Pendapatan Bali dalam RAPBD 2027

Disinggung terkait kolaborasi dengan Daya Tarik Wisata (DTW) Taman Ayun, dirinya mengaku sangat berharap hal itu terjadi.

Namun ia pun menyadari wisatawan yang datang tidak bisa diatur sesuai apa yang diinginkan.

"Harapan saya begitu, tapi kita mengatur wisatawan itu kan tidak bisa seperti maunya kita. Apa dia harus kesana (Museum Yadnya) sebelum ke Taman Ayun, atau kesana kemari. Namun kita harus bisa memberikan sesuatu yang unik agar wisatawan itu tertarik," paparnya.

Keberadaan Museum Yadnya di sebelah barat Cagar Budaya Pura Taman Ayun saat ini belum berjalan maksimal.

Hal ini lantaran museum yang dibangun pada 2025 ini masih kekurangan sarana dan prasarana.

Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung sebagai pengampu pun kini masih mengupayakan melakukan pembenahan.

Kadisbud Badung, I Gede Sukadana mengatakan, untuk melengkapi sarana dan prasarana saat ini masuk dilakukan kurasi.

Dirinya mengaku, setelah pengerjaan fisik berjalan, Pemkab Badung kini menyiapkan konsep penyajian museum yang lebih menarik dan modern.

"Renovasi tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kondisi bangunan, tetapi juga menghidupkan kembali fungsi Museum Yadnya sebagai pusat edukasi dan informasi kebudayaan Bali," ujar Sukadana.

Pihaknya pun menyebutkan, telah melakukan studi tiru ke sejumlah museum untuk merancang tata kelola dan penyajian koleksi yang lebih dinamis.

Bahkan studi tiru tersebut saat ini masih dijalankan, agar mendapatkan pedoman yang layak.

Meski demikian museum tersebut sudah dibuka dan banyak dikunjungi oleh wisatawan dan para siswa.

"Pemanfaatan Museum Yadnya sama seperti museum pada umumnya, kita sudah melakukan studi tiru ke museum lain. Kita berharap di Museum Yadnya ada hal baru yang ditampilkan. Namun kita akui masih banyak yang kurang dari sarana dan prasarananya," ungkapnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
Museum Yadnya budaya badung