
BALIEXPRESS.ID – Perbedaan kemampuan anggaran antarkabupaten di Bali dalam mendukung partisipasi pada Pesta Kesenian Bali (PKB) menjadi perhatian DPRD Bali.
Untuk memperkecil kesenjangan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali diusulkan menambah Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bagi enam kabupaten dari total Rp 3 miliar menjadi Rp 9 miliar pada penyelenggaraan PKB 2027.
Usulan tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Nyoman Suwirta, di tengah pembahasan APBD 2027.
Menurut dia, dukungan anggaran yang lebih proporsional diperlukan agar seluruh kabupaten memiliki kesempatan yang lebih seimbang dalam mengikutsertakan seniman, baik pada perlombaan maupun parade PKB.
Suwirta menilai, selama ini terdapat perbedaan cukup lebar dalam kemampuan pembiayaan partisipasi daerah.
Di satu sisi, seluruh kabupaten/kota diharapkan mengirimkan peserta secara maksimal.
Di sisi lain, keterbatasan anggaran membuat sejumlah daerah harus mencari sumber pendanaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sekaa dan seniman.
“Kalau dilihat kesenjangannya, sangat tinggi. Sementara permintaan dari provinsi, semua kabupaten harus mengirimkan peserta secara maksimal. Di kabupaten yang relatif kecil, sekaa-sekaa juga harus sibuk membuat proposal untuk mendapatkan bantuan dari perusahaan,” ujarnya dikonfirmasi, Senin (2/11).
Baca Juga: Ditinggal Mandi Setengah Jam, HP Pemilik Warung di Jungutbatu Raib, Ini Terduga Pelakunya!
Berdasarkan data anggaran PKB XLVIII Tahun 2026, total pembiayaan penyelenggaraan dan partisipasi daerah mencapai Rp 38,8723 miliar.



