BALIEXPRESS.ID – Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya di Desa Pedungan, Denpasar Selatan, telah mencapai sekitar 24 persen.
Komisi III DPRD Bali meminta pelaksanaan proyek tersebut terus dikebut dengan tetap menjaga kualitas konstruksi agar target penyelesaian pada akhir 2027 dan operasional pada 2028 tidak meleset.
Penekanan itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Bali, I Nyoman Suyasa, saat memimpin kunjungan kerja ke lokasi pembangunan PSEL Denpasar Raya yang dikelola PT Weiming Nusantara Bali New Energy, Senin (2/11).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan proyek yang diproyeksikan menjadi salah satu solusi penanganan sampah di Denpasar dan wilayah sekitarnya.
Baca Juga: AHM Ajak Generasi Muda Terapkan Gaya Hidup Berkelanjutan Lewat Green Act Fest 2026
Suyasa mengatakan, pembangunan fasilitas PSEL menjadi langkah strategis untuk mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu.
Melalui teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik, persoalan persampahan di Bali diharapkan dapat ditangani dengan pendekatan yang memberikan nilai tambah.
"Komisi III sangat optimistis bahwa proyek percontohan PSEL ini akan mampu menanggulangi permasalahan sampah yang ada di Bali. Kami datang untuk melihat sejauh mana progres pembangunan proyek yang menjadi percontohan nasional ini," katanya.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan DPRD Bali memperoleh penjelasan mengenai tahapan pekerjaan dari pihak terkait, termasuk jajaran teknis dan kontraktor pelaksana.
Hingga saat ini, pengerjaan telah memasuki sejumlah tahapan konstruksi, di antaranya penataan kawasan proyek, pembangunan struktur bangunan, dan pekerjaan fondasi.
Capaian progres sekitar 24 persen dinilai cukup positif karena pembangunan masih berada pada tahap awal.
Kendati demikian, Suyasa mengingatkan agar percepatan pekerjaan tetap mengacu pada jadwal yang telah ditetapkan, tanpa mengesampingkan standar kualitas pembangunan.
"Progresnya sangat bagus. Kami berharap penyelesaiannya tepat waktu. Yang menjadi penekanan kami adalah time schedule harus dipastikan berjalan sesuai target dan kualitas pengerjaan juga harus benar-benar diperhatikan," ucapnya.
Baca Juga: Ditinggal Mandi Setengah Jam, HP Pemilik Warung di Jungutbatu Raib, Ini Terduga Pelakunya!
Menurut Suyasa, pengawasan terhadap mutu konstruksi menjadi aspek penting karena fasilitas PSEL memiliki kompleksitas teknis tersendiri.
Setiap tahapan pembangunan harus dikerjakan secara cermat dan profesional untuk meminimalkan potensi kendala ketika fasilitas mulai beroperasi.
Selain persoalan kualitas, kondisi cuaca juga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam pelaksanaan proyek.
Salah satu pekerjaan yang sedang berlangsung adalah pembangunan fondasi dengan metode bore pile, yang membutuhkan kondisi lapangan mendukung agar pengerjaan dapat berjalan optimal.
Baca Juga: Sudah Retak sejak Dua Hari, Tebing Pura Kehen Bangli Longsor Timbun Empat Kios
"Sejauh yang kami lihat, proses pembangunan berjalan lancar. Namun, yang perlu diantisipasi adalah faktor cuaca, terutama hujan, karena pekerjaan bore pile membutuhkan kondisi yang mendukung agar prosesnya berjalan dengan baik," jelasnya.
Untuk menjaga agar pengerjaan tetap sesuai rencana, Komisi III DPRD Bali meminta pihak-pihak yang terlibat memperkuat koordinasi dan mengantisipasi berbagai kendala yang berpotensi menghambat jadwal pembangunan.
DPRD Bali juga menyatakan akan terus mendukung sekaligus mengawasi pelaksanaan proyek tersebut.
PSEL Denpasar Raya ditargetkan rampung pada akhir 2027 dan mulai beroperasi pada 2028.
Suyasa berharap seluruh tahapan pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal, mengingat fasilitas ini diharapkan mampu membantu mengurangi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan serius di Bali.
Dalam kesempatan itu, Suyasa juga mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap penanganan sampah di Bali, khususnya dukungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terhadap pembangunan PSEL Denpasar Raya.
Baca Juga: Satpol PP Gianyar Sidak 13 Money Charnger di Tegallalang, 10 Belum Miliki Izin
Ia menilai proyek tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bali karena merupakan proyek percontohan pemerintah pusat yang pertama kali hadir di Pulau Dewata.
"Terima kasih kepada Bapak Prabowo Subianto yang memberikan perhatian besar terhadap proses pengelolaan sampah di Bali. Ini menjadi kebanggaan kita karena merupakan proyek percontohan dari pemerintah pusat yang pertama kali hadir di Bali. Semoga ini menjadi contoh yang baik dalam penyelesaian persoalan sampah," katanya.
Keberadaan PSEL Denpasar Raya diharapkan dapat memperkuat pengelolaan sampah melalui sistem yang lebih modern dan berkelanjutan.
Pemanfaatan sampah sebagai sumber energi listrik juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan nilai guna sampah, sekaligus mendukung penanganan persampahan di kawasan perkotaan.(***)
Editor : Rika Riyanti