Meski arus air cukup deras, peserta yang terdiri atas remaja hingga tua ini tetap antusias. Ini pertama kalinya warga Kelurahan Semarapura Kangin, Klungkung, gelar upacara bendera lagi di tengah sungai paska pembatasan selama pandemi Covid-19. Dua kali sejak 2020, upacara di Tukad Unda tak digelar.
Kini puluhan warga dari beragam etnis di Kelurahan Semarapura Kangin hadir dalam upacara bendera. Mereka mengenakan atribut beragam dengan aksen dominan khas Bali. Seperti memakai kain poleng (hitam-putih) dengan kain merah-putih yang diikat di kepala.
"Ini semangat warga. Kami sebagai Lurah memotivasi warga sekitar Tukad Unda yang sudah siapkan ini (upacara) jauh-jauh hari," kata Lurah Semarapura Kangin Ida Bagus Putra Adnyana. Menurutnya, pada upacara bendera kali ini sangat terlihat cerminan pluralisme.
"Tujuan digelarnya upacara di sungai ini bagaimana bisa meningkatkan rasa bersama. Semarapura Kangin ini ada beberapa etnis. Saya menekankan agar perbedaan ini bisa jadi keindahan. Persiapannya swadaya tanpa anggaran pemerintah," kata Putra.
Tukad Unda sangat ikonik dengan adanya tirai air. Dam atau bendungan air dari aliran Sungai Unda ini kerap dijadikan latar foto oleh banyak fotografer. Upacara Bendera HUT Kemerdekaan RI ke -77 ini juga diharapkan menimbulkan efek positif.
Di mana masyarakat Semarapura Kangin majemuk. Upacara bendera di tengah sungai ini, selain mengakrabkan warga dari berbagai suku, ras, dan latar belakang berbeda, kegiatan ini agar menjadi ciri yang kuat dimiliki Semarapura Kangin. Apalagi Tukad Unda dengan tirai airnya sangat ikonik.