Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ritual Hindu Bali: Potong Gigi Massal Sebaiknya dalam Satu Klan

I Putu Suyatra • Senin, 17 Juli 2017 | 00:38 WIB
Photo
Photo

DENPASAR, BALI EXPRESS - Dulu, pelaksanaan ritual Potong Gigi, salah satu ritual umat Hindu di Bali, dilakukan dengan sederhana.

Namun, seiring perkembangan zaman, semakin sedikit masyarakat yang mengadakan upacara Matatah dengan tingkat keceremonialan yang rendah.

Tren dan perubahan zaman ini membuat Pelaksanaan ritual Potong Gigi di Bali saat ini menjadi lebih mahal.

Namun, akhir-akhir ini ada cara untuk mengatasi hal ini, yaitu dengan Potong Gigi massal. Pertanyaannya adalah, apakah pelaksanaan Potong Gigi massal sesuai dengan pedoman yang ada?

Menurut pendapat Ida Bagus Sudarsana, upacara Potong Gigi bisa dilakukan secara massal, tetapi harus tetap dalam kerangka satu klan atau keluarga besar.

"Hal ini penting karena jika tidak, maka nilai spiritual dari upacara ini akan terkikis," katanya.

Pendapat Ida Bagus Sudarsana didasarkan pada prinsip Dharma Kahuripan yang menyatakan bahwa upacara Potong Gigi bertujuan memberikan kesempatan kepada orang tua untuk memenuhi kewajiban mereka dan memungkinkan anak-anak untuk menghormati roh leluhur mereka.

"Jika dilakukan secara massal di tempat tertentu, maka anak-anak yang menjalani upacara Potong Gigi tidak akan bisa melakukan ritual penghormatan roh leluhur di merajan Kemulan," jelasnya.

Sebab, upacara Potong Gigi massal ini tidak dilakukan di merajan asal anak tersebut.

Dengan demikian, menurut Ida Bagus Sudarsana, pelaksanaan Potong Gigi massal lebih menitikberatkan pada aspek kegiatan ritual, bukan sebagai ritual dengan nilai spiritual.

"Jika memang harus dilakukan secara massal, sebaiknya tetap dalam kerangka satu klan, yang tetap berhubungan dalam satu garis keturunan," tambahnya.

Editor : I Putu Suyatra
#bali #potong gigi #hindu #tradisi