BALI EXPRESS, TABANAN - Kabupaten Tabanan memang menyimpan segudang sejarah spiritual agama Hindu yang tak pernah habis untuk dikupas. Salah satunya adalah sejarah mengenai keberadaan Khayangan Jagat Ida Panembahan Jro Gede Tanah Pegat.
Sebagian besar masyarakat mungkin masih asing mendengar nama tersebut. Namun sejarah keberadaan Khayangan tersebut sangat penting untuk diketahui. Khayangan Jagat Ida Panembahan Jro Gede Tanah Pegat berlokasi di Banjar Adat Tanah Pegat, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan.
Tak sulit untuk menemukan Khayangan ini. Dari Kota Denpasar hanya perlu mengikuti Jalan Bypass Ir. Soekarno kemudian belok kiri menuju arah Pantai Yeh Gangga hingga sampai di Banjar Adat Tanah Pegat.
Kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Ketua Panitia Pembangunan Khayangan Jagat Ida Panembahan Jro Gede Tanah Pegat, I Ketut Mudra menjelaskan jika sesuai dengan cerita dari para leluhurnya, Ida Panembahan Sakti Jero Gede Tanah Pegat yang berstana di Tanah Pegat adalah Ida Bhatara Dalem Majapahit. Dimana Khayangan ini diperkirakan telah ada sejak tahun 1416.
Kisahnya bermula ketika Ida Bhatara Dalem Majaphit meninggalkan Jawa menuju Pulau Bali, yang diikuti oleh 13 orang pengikut setianya. Setelah Beliau berstana di Tanah Pegat dan berwujud sebagai sungsungan, lalu dipasupati-lah oleh Dang Hyang Nirartha atau Ida Pedanda Sakti Wawu Rauh.
“Sejak saat itu pula Dang Hyang Nirartha mendapat sabda bahwa pengempon Ida Panembahan Sakti Jero Gede Tanah Pegat tidak boleh lebih atau kurang dari 13 orang dan hal itu masih berjalan hingga saat ini,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, beberapa lama setelah Ida Dalem Majapahit berstana di pura tersebut, suatu ketika dilakukan adu kesaktian antara Raja Tabanan dan Raja Mengwi. Raja Tabanan diwakili oleh Ida Panembahan Sakti Jero Gede Tanah Pegat, sedangkan Raja Mengwi diwakili oleh seekor Anjing dan Barong Rentet. Pertarungan ini akhirnya dimenangkan oleh Ida Panembahan Sakti Jero Gede Tanah Pegat.
Setelah menyaksikan kesaktian Ida Panembahan Sakti Jero Gede Tanah Pegat, Cokorda Tabanan meyakini dan mengumumkan kepada masyarakat luas, bahwa apabila ada upacara atiwa-tiwangaben dan semua jenis Panca Baya diwajibkan mendapatkan tirta pemuput dari Ida Panembahan Sakti Jero Gede Tanah Pegat.
Editor : I Putu Suyatra