BALI EXPRESS, GIANYAR - Pelaksanaan ngayah (gotong royong) krama Desa Pekraman Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar Rabu (27/9) dikejutkan munculnya Lingga Yoni. Yaitu tidak jauh dari Pura Dugul yang ada di bawah pohon beringin. Terlebih dalam waktu dekat, warga akan menggelar Karya Agung di pura tersebut.
Berawal dari warga yang melaksanakan kerja bhakti yang menyabit rumput, yang memang dilaksanakan secara rutin dua bulan sekali di wilayah Pura Dugul Kedisan. Salah seorang warga, tidak sengaja sabitnya terhenti dikarenakan terkena batu. Sehingga dibersihkan, ternyata berbentuk Lingga Yoni. Sehingga perwakilan warga langsung melapor ke Jero Bendesa Kedisan.
Di lokasi tersebut sudah ada seorang Pemangku, diketahui bernama Jero Mangku Ngurah Wijaya yang menyuruh warga untuk melapor ke bendesa terlebih dahulu. Terlebih bertepatan dengan rerainan Budha Kliwon Gumbreg. "Dengan ditemukan Lingga Yoni ini, semoga bertanda baik," terang mantan kepala SMKN 1 Denpasar tersebut.
Dikatakan, pada kerja bakti sebelumnya, memang tidak ada yang melihat batu yang berbentuk Lingga Yoni itu. Sehingga warga setempat memganggap batu itu muncul ke permukaan secara misterius. Terlebih tempat ditemukannya, merupakan tempat pembuangan tanah dan beberapa material dari renovasi Pura.
Di tempat yang sama, Bendesa Adat Kedisan. Ngurah Panji menjelaskan, dengan ditemukannya Lingga Yoni tersebut, ia meyakini batu yang berupa Lingga Yoni itu sudah ada sejak dulu. Dengan tempat yang sama dan adanya dasar pondasai di bawah batu tersebut.
"Kalau dipikir pakai logika, jika kita timbun sekian lama pasti sudah dalam dan tidak kelihatan. Terlebih tempat ditemukannya itu pembuangan material renovasi pura," terang Panji.
Ia pun akan berkordinasi dengan petugas museum purbakala, untuk diteliti lebih dalam. Sebab ada beberapa bagian yang belum ditemukan. Sehingga hanya dibuatkan tempat yang lebih tinggi. Agar bisa segera diupacarai. "Kami lalukan upacara nasarin, pembersihan, ngulapain, dan piodalannya akan barengan saat karya nanti," imbuh pria yang berusia 45 tahun tersebut.
Panji akan menanyakan terkait Lingga Yoni yang ditemukan warganya itu. Sebab bentuknya sedikit berbeda dengan Lingga Yoni pada umumnya. Dengan bentuknya yang memanjang, dan adanya lengkungan di pinggir sisi utaranya. Sehingga belum pas pada peletakan Lingga dengan Yoni tersebut. Oleh sebab itu, ia akan berkordinasi dengan petugas dari museum purba kala yang ada di Bedulu, Gianyar. (ade/ima)
Editor : I Putu Suyatra