Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Melukat di Beji Waringin Pitu, Siapkan Dua Bungkak dan Bunga 9 Warna

I Putu Suyatra • Minggu, 15 Oktober 2017 | 16:11 WIB
Melukat di Beji Waringin Pitu, Siapkan Dua Bungkak dan Bunga 9 Warna
Melukat di Beji Waringin Pitu, Siapkan Dua Bungkak dan Bunga 9 Warna

BALI EXPRESS, MENGWI - Selain pancoran dengan berbagai simbol pada bagian bawahnya, di Pancoran Beji Waringin Pitu, Banjar Celuk, Kapal, Badung juga terdapat sebuah pura dengan dua pelinggih dan satu buah Semanggen. Kedua pelinggih tersebut merupakan stana dari Ida Bhatara Wisnu sebagai Dewa Pemelihara yang dilambangkan dengan aliran air dengan satu buah Padmasana.


Selanjutnya pada bagian tengah merupakan sumber mata air yang berasal dari tiga sumber yakni dari arah Timur, arah Utara dan arah Selatan serta satu mata air dari bawah. Pada bagian atas mata air tersebut, terdapat arca Dewi Cantik yang merupakan stana Dewi Gangga sebagai Dewi Pelebur segala bentuk penyakit dan mala (kotoran) dengan wujud air.


Sesuai dengan fungsinya sebagai tempat melukat atau pengruwatan, Ida Bagus Ngurah Suparsa (Gus Ngurah), pemangku Beji Waringin Pitu, mengatakan masyarakat bisa melakukan pengelukatan pada hari-hari tertentu. Seperti Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon atau bisa juga pada hari Otonan. “Biasanya umat banyak melukat pada hari Purnama, Tilem atau Kajeng Kliwon,” jelasnya.


Untuk melukat di Beji Waringin Pitu ini, umat bisa datang kapan saja dengan membawa sarana upakara berupa Dua buah pejati yang akan dihaturkan di Pura Beji Waringin Pitu dan satu buah lainnya dihaturkan di air kelembutan (mata air) dan 10 buah canang untuk dihaturkan di beberapa titik yang dimulai dari togog penyapa di areal parkir hingga plangkiran di Pohon Beringin dan Pelinggih Ida Dukuh di tepi Tukad Penet.


Selain membawa dua buah pejati dan canang, umat juga disarankan untuk membawa bungkak Nyuh Gading dan Bungkak Nyuh Gadang masing-masing satu buah dan bunga sembilan warna. Yang terdiri dari bunga kamboja merah, kamboja putih, kamboja kuning, mawar merah, mawar putih, sandat, cempaka kuning, cempaka putih dan bunga teratai.


Untuk prosesi melukat dijelaskan Gus Ngurah, pada tahap awal umat mandi di tujuh pancoran dan mencuci semua organ sesuai dengan lambang aksara pada setiap pancoran. Dilanjutkan dengan ritual melukat di tirtha kelebutan disertai dengan pengelukatan air bungkak dan bunga sembilan warna. “Pengelukatan di tirtha kelebutan ini sebagai simbol pembersihan secara niskala, setelah melakukan pembersihan secara ragawi di pancoran pitu, sehingga fungsi pengelukatan sekala dan niskala bisa tercapai,” paparnya.


Setelah melakukan pengelukatan, barulah umat melakukan persembahyangan di Pura Beji Waringin Pitu untuk memohon keselamatan dan kesehatan dari Ida Bhatara Wisnu. 

Editor : I Putu Suyatra
#tempat melukat #mengwi #hindu #badung