BALI EXPRESS, NEGARA - Pura Dang Kahyangan Prapat Agung menyimpan banyak keunikan dan sejarah penting bagi umat Hindu di Bali. Selain memiliki keunikan air telaga yang berwarna warni. Pura Prapat Agung juga menjadi tempat cikal bakalnya peradaban masyarakat Bali.
Hal ini tertuang dalam Lontar Dwijendra Tattwa yang merupakan kisah sejarah perjalanan suci Dang Hyang Nirartha. Dalam lontar tersebut, terdapat 35 tempat yang berkaitan dengan perjalanan suci siar keagamaan Dang Hyang Nirartha yang kemudian tempat tersebut didirikan Pura untuk mengenang dan memuja jasa Dang Hyang Nirartha.
Salah satu tempat tersebut adalah Pura Prapat Agung yang berada di dalam kawasan hutan lindung Taman Nasional Bali Barat. Berdasarkan Lontar Dwijendra Tattwa, Pura Prapat Agung sejatinya adalah asal permandian Ida Bhatara Sakti Dwijendra. Di tempat inilah awal Dang Hyang Nirartha mempelajari dan menyelami peradaban masyarakat Bali. Hal ini ditandai dengan adanya tempat “payogan” bersemadhi Dang Hyang Nirartha di sisi kiri Utama Mandala Pura Prapat Agung. Selain mendalami tentang peradaban masyarakat Bali, dari payogannya, Dang Hyang Nirartha juga menciptakan sebuah telaga (kolam) yang diperuntukkan bagi hewan-hewan yang kehausan.
Telaga tersebut tidak pernah kering meskipun terjadi kemarau panjang. Kini di sisi utara telaga dibangun Pura Taman Beji, sebagai bagian dari Pura Dang Kahyangan Prapat Agung.
Pujawali Pura Prapat Agung jatuh pada setiap Hari Purnama sasih Kalima. Dan untuk tahun 2017 ini, jatuh pada hari Jumat (3/11) ini. Pujawali Pura Dang Kahyangan Prapat Agung tahun ini terbilang sakral karena pelaksanaannya dua hari setelah Hari Raya Galungan. Sehari sebelum pujawali, pada hari Kamis (2/11) atau di hari Umanis Galungan, dilaksanakan Upacara Ngebejian dari Utama Mandala melalui Pura Taman Beji hingga ke Segara / Laut, yang kemudian dilanjutkan dengan Upacara Pecaruan dan Bhakti Pengoleman di Utama Mandala Pura Dang Kahyangan Prapat Agung. Bhakti Penganyar dilaksanakan Sabtu (4/11) dan seluruh rangkaian pujawali akan ditutup dengan Upacara Panyineban Minggu (5/11) malam.
Editor : I Putu Suyatra